6 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Bisa Tidur Tanpa Menyalakan Musik
Ada orang yang mendengar suara sedikit saja langsung terbangun. Namun ada juga yang justru tidak bisa tidur kalau sepi. Ternyata orang yang tidak bisa tidur tanpa menyalakan musik atau suara apa pun memiliki ciri kepribadian sebagai berikut.
Suara latar tertentu memang dapat membantu tidur. Mengutip Sleep Foundation, ada beberapa suara yang disarankan untuk membantu tidur seperti, white noise, suara kipas angin atau AC, musik yang menenangkan, dan suara dari alam termasuk suara hujan, ombak, dan angin.
Akan tetapi, ada beberapa orang yang bisa tidur dengan paparan suara apa pun. Ada yang memutar musik kencang, podcast, atau bahkan sengaja memutar film dan serial.
Ciri kepribadian orang yang tidak bisa tidur tanpa menyalakan musik
Menurut dokter dan ahli kesehatan tidur, memutar musik atau suara apa pun selama tidur tidak selalu hal yang buruk. Namun ada beberapa ciri kepribadian yang biasanya melekat pada orang dengan kebiasaan unik ini.
1. Punya kecemasan
Pikiran yang dipenuhi kecemasan soal pekerjaan besok, pengalaman hari ini yang menyebalkan, lupa harus membatalkan janji dan banyak hal lain jelas perlu ditenangkan.
"Bagi mereka yang berjuang dengan kecemasan, keheningan dapat membuat pikiran mereka berpacu, jadi memiliki beberapa suara latar dapat menenangkan," jelas Shelby Harris, direktur kesehatan tidur di Sleepopolis, mengutip dari Huffington Post.
Selain memberikan kenyamanan, suara dapat mengalihkan perhatian dari pikiran yang cemas.
2. Kemungkinan ada ADHD
Orang dengan ADHD kerap menemukan bahwa suara yang stabil membantu mereka fokus dan rileks.
Jika kamu tidak yakin punya kondisi ini, kamu perlu mengenal ciri ADHD pada orang dewasa seperti, tanpa sadar menghamburkan uang, menunda-nunda pekerjaan, dan fokus berlebihan.
3. Memperhatikan hal kecil
Biasanya orang yang bisa tidur dengan suara latar adalah orang yang memperhatikan hal kecil yang luput dari perhatian orang lain.
Filter yang tajam ini juga bekerja di malam hari. Saat keadaan hening total, suara sekecil apa pun terdengar. Tak heran ada kebutuhan untuk memutar suara latar yang stabil agar tidak terus mencari tahu setiap suara yang muncul.
4. Gelisah di kesunyian
Pernah masuk ruangan sunyi lalu bahu mendadak tegang? Hal ini menandakan tubuhmu tidak rileks. Kamu merasa harus siaga untuk sesuatu yang akan terjadi.
Melansir dari Cottonwood Psychology, orang yang sensitivitas tinggi terhadap kebisingan cenderung melaporkan lebih banyak masalah tidur dan tekanan emosional.
Keheningan sebenarnya tidak berbahaya tapi bagi sebagian otak, keheningan menciptakan rasa waspada dan bikin susah tidur.
5. Sensitif terhadap cahaya, tekstur, atau aroma
Tak hanya suara, orang yang tidak menyukai keheningan saat tidur biasanya juga sensitif terhadap cahaya, tekstur, dan aroma.
Hal ini umum terjadi pada orang dengan sistem saraf sangat sensitif. Otak menangkap lebih banyak data sensorik sekaligus seperti, kebisingan lalu lintas, bau menyengat, layar yang terang, dan ketegangan emosional.
6. Lebih cepat merasakan mood orang lain
Saat masuk suatu ruangan atau baru sekian detik berbincang dengan orang lain, kamu mungkin langsung bisa merasakan mood-nya. Orang yang diajak ngobrol mungkin tersenyum tapi kamu tahu dia tidak sedang mood atau sedang sedih.
(els)