Bikin Mental Ciut, Seperti Apa Sebenarnya Lingkungan Kerja yang Toxic?
Jika kamu merasa malas atau enggan pergi bekerja, maka bisa jadi kamu berada di lingkungan kerja yang toksik. Memangnya, lingkungan kerja yang toxic itu seperti apa?
Kondisi kerja yang tidak sehat dapat berdampak pada kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Jika kamu punya atasan dengan ekspektasi yang tidak realistis atau rekan kerja yang menyebalkan, maka pekerjaan bisa jadi berbahaya buat kamu.
Apa itu lingkungan kerja toxic?
Melansir laman Cleveland Clinic, lingkungan kerja toksik mempertahankan budaya negatif, keraguan, dan agresi yang terasa mengganggu. Kondisi ini bisa memicu stres tinggi, hubungan yang tegang, dan produktivitas yang buruk.
"Lingkungan kerja yang toksik adalah lingkungan di mana terdapat komunikasi yang tidak konsisten, bias, dan membingungkan. Pemimpin tidak menghormati atau menghargai kebutuhan pekerja," ujar psikolog Amy Sulivan.
Lewat lingkungan kerja yang toksik, kesehatan seseorang bisa terpengaruh negatif dengan cara-cara berikut:
- mengalami reaksi fisik berupa mual saat bekerja,
- sulit tidur karena terlalu memikirkan pekerjaan,
- kecemasan meningkat beberapa jam sebelum bekerja,
- mengalami ketegangan otot atau persendian yang dipicu stres,
- tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan kinerja.
Lingkungan kerja yang toxic seperti apa?
Peneliti telah mengklasifikasikan beberapa contoh lingkungan kerja yang toksik dalam sebuah studi pada tahun 2024.
Jika ingin tahu lingkungan kerja yang toksik seperti apa, maka perhatikan beberapa tanda berikut.
1. Pengawasan yang kasar
Pemimpin mempermalukan karyawan dan menentukan ekspektasi yang tidak realistis atau bahkan tidak etis, seperti lembur tanpa bayaran. Hal ini bisa mengakibatkan keseimbangan hidup yang buruk bagi pekerja.
2. Perundungan
Rekan kerja atau atasan menggunakan intimidasi atau agresi untuk mengisolasi, melemahkan, atau menyinggung karyawan.
3. Keuntungan yang tidak adil
Beberapa karyawan diistimewakan dibanding yang lain. Ada juga penolakan bagi karyawan yang ingin mengembangkan diri.
4. Pelecehan
Pelecehan seksual, rasial, agama, dan disabilitas dapat mengganggu kenyamanan bekerja. Secara langsung, pelecehan juga bisa berbahaya untuk kesejahteraan pekerja.
5. Sikap tidak ramah
Ucapan yang tidak sensitif seperti komentar dan lelucon yang menyinggung sering terjadi di lingkungan kerja toksik. Bersamaan juga dengan perilaku tidak baik lainnya seperti berbohong.
6. Penyimpangan interpersonal
Bergosip, mencuri ide, mendiskreditkan, dan ancaman terang-terangan maupun terselubung dapat meningkatkan permusuhan di antara rekan kerja.
7. Keadilan interpersonal
Ketika orang tidak diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, mereka akan kesulitan menemukan dukungan dan bantuan.
8. Pengucilan
Seseorang bisa jadi merasa tidak nyaman menyuarakan kekhawatiran atau membela diri saat merasa diabaikan, baik oleh rekan kerja ataupun atasan.
9. Perilaku merendahkan
Meremehkan seseorang dalam rapat, menyebar rumor, dan membuat seseorang merasa tidak mampu dapat merusak harga diri.
10. Agresi
Agresi di tempat kerja secara luas didefinisikan sebagai perilaku yang bertujuan untuk menyebabkan kerugian. Agresi dapat berupa verbal, fisik, atau bahkan mengganggu kinerja seseorang.
11. Kekerasan
Serangan fisik dan agresi verbal yang kasar dapat meningkatkan kecemasan, ketidakpuasan, dan depresi.
Selain 11 tanda di atas, kondisi seperti tingkat pergantian karyawan yang tinggi, semangat kerja yang rendah, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, serta rendahnya kepercayaan terhadap pimpinan juga jadi gejala yang patut diwaspadai.
Demikian penjelasan mengenai lingkungan kerja toxic seperti apa. Tetapkan batasan di tempat kerja, luangkan waktu untuk beristirahat, atau datangi profesional jika lingkungan kerja sudah dirasa sangat mengganggu.
(asr)