Kebalikan dari Burnout, Boreout Juga Mengancam Karyawan, Apa Itu?
Bahaya boreout
Jika tidak segera ditangani, boreout dapat memberikan dampak serius sebagai berikut.
1. Menurunkan kesehatan mental
Pekerjaan yang terasa tidak bermakna dapat memicu perasaan sedih, hampa, hingga kecemasan. Sebagian orang juga merasa takut dianggap tidak produktif sehingga mengalami stres meskipun beban kerjanya ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Mengurangi rasa percaya diri
Jarangnya menggunakan kemampuan dan keterampilan membuat seseorang merasa kompetensinya semakin menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memunculkan imposter syndrome atau keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.
3. Memicu sikap apatis terhadap pekerjaan
Rasa bosan yang terus berlangsung dapat berubah menjadi apatis. Karyawan hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban tanpa memiliki antusiasme untuk memberikan hasil terbaik.
4. Meningkatkan risiko resign
Ketika pekerjaan tidak lagi memberikan tantangan maupun peluang berkembang, karyawan cenderung mulai mencari kesempatan kerja lain yang lebih menarik. Hal ini berpotensi meningkatkan angka turnover perusahaan.
5. Menurunkan produktivitas dan merugikan perusahaan
Karyawan yang tidak terlibat secara emosional biasanya menghasilkan produktivitas yang lebih rendah. Perusahaan pun harus menanggung kerugian akibat menurunnya kinerja, biaya perekrutan ulang, hingga hilangnya potensi inovasi.
6. Menghambat perkembangan karier
Boreout membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman. Akibatnya, peluang memperoleh promosi jabatan atau peningkatan penghasilan juga menjadi lebih kecil.
Pada akhirnya, mengenali boreout sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kepuasan dalam bekerja. Baik karyawan maupun perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang memberikan ruang untuk berkembang agar produktivitas dan motivasi tetap terjaga dalam jangka panjang.
(gas/asr)
