Dijuluki Silent Killer, Ini Alasan Hepatitis Sulit Dideteksi Dini

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 06:45 WIB
Hepatitis disebut sebagai silent killer, karena gejalanya sangat ringan dan terkadang tak bergejala.
Ilustrasi. Hepatitis disebut sebagai silent killer, karena gejalanya sangat ringan dan terkadang tak bergejala. (iStockphoto/Blueshot)

Dampak telat diagnosis pada hepatitis kronis

Seseorang dengan hepatitis kronis bisa tak menyadari fungsi hatinya menurun selama bertahun-tahun. Seiring berkembangnya hepatitis dalam tubuh, kerusakan hati meningkat dan menyebabkan fibrosis atau bekas luka.

Fibrosis terkadang bisa menyebabkan sirosis alias jaringan parut yang berlebihan. Ketika sudah pada tahap sirosis, perubahan struktur hati bisa mengganggu fungsi utamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahap ini, tanda penyakit sudah makin terlihat. Pengecilan otot bisa terjadi akibat kurang nafsu makan dan ketidakmampuan hati untuk produksi protein pembentuk otot.

Tanda lain, perut dan pergelangan kaki membengkak karena tubuh sulit menangani natrium dan membuang cairan serta racun. Komplikasi seperti pendarahan dari kerongkongan atau lambung, pembengkakan perut, hingga kesulitan berpikir dan ambil keputusan bisa terjadi.

Kapan harus ke dokter?

Setidaknya ada beberapa gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis yang perlu Anda perhatikan:

  • Kelelahan terus-menerus.
  • Perasaan tidak enak badan.
  • Gejala seperti flu, seperti sakit kepala, nyeri otot, dan demam ringan.
  • Kurang nafsu makan.
  • Mengalami penurunan berat badan.
  • Mual, muntah, dan sakit perut.
  • Kulit menguning atau ada warna tak biasa pada selaput lendir.
  • Diare.
  • Gatal pada kulit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Warna tinja pucat.

Jika mengalami satu atau beberapa gejala ini dalam jangka waktu cukup lama, segera periksakan diri ke dokter. Menurut Mayo Clinic, selain pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan sejumlah tes darah.

Sampel darah diuji untuk memeriksa keberadaan antibodi. Jika Anda menderita hepatitis B atau C, pengambilan sampel darah lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memeriksa komplikasi dan menentukan apakah hepatitis Anda sudah berkembang dari akut menjadi kronis.

Pada kasus tertentu, diperlukan biopsi hati atau pengambilan sampel jaringan untuk menentukan tingkat kerusakannya. Biopsi biasanya dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam hati dan mengambil sepotong jaringan, lalu dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Jadi, hepatitis sering disebut sebagai silent killer karena memiliki gejala samar atau tak bergejala sama sekali. Anda perlu lebih sensitif terhadap kesehatan dan rajin melakukan medical check-up.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2