Ada Parfum Beraroma 'Bulu Anak Kucing', Seperti Apa Wanginya?
Selama ini aroma bunga, buah, kayu, atau rempah lazim digunakan dalam parfum. Namun belakangan, dunia wewangian memunculkan tren yang mungkin terdengar nyeleneh, yakni parfum yang terinspirasi dari aroma bulu anak kucing alias kitten fur.
Meski terdengar aneh, tapi jangan buru-buru membayangkan parfum itu membuat pemakainya berbau seperti kucing atau beraroma makanan kucing, seperti salmon atau tuna yang amis.
Sebaliknya, tren tersebut justru berusaha menghadirkan sensasi lembut, hangat, bersih, dan menenangkan yang identik dengan anak kucing.
Fenomena ini juga menunjukkan variasi selera pencinta parfum. Banyak orang tidak lagi hanya mencari aroma yang harum, tetapi juga wewangian yang mampu membangkitkan emosi, kenangan, atau suasana tertentu.
Menurut perfumer senior Givaudan, Christina Christie, inspirasi yang terkesan unik seperti anak kucing semakin diminati karena parfum pada dasarnya bukan sekadar soal aroma.
"Inspirasi yang imajinatif seperti anak kucing semakin populer karena parfum berkaitan erat dengan emosi dan imajinasi," kata Christie, dilansir dari Byrdie.
Ia menjelaskan, alih-alih menciptakan aroma yang benar-benar menyerupai anak kucing, para peracik parfum justru berusaha menangkap karakter yang melekat pada hewan tersebut.
"Anak kucing melambangkan sifat ceria, rasa ingin tahu, kelembutan, dan energi muda. Karakter-karakter itu bisa diterjemahkan dengan indah ke dalam parfum sehingga konsumen dapat terhubung dengan aroma melalui cara yang menyenangkan, penuh nostalgia, dan ekspresif," ujarnya.
Seperti apa aroma parfum 'bulu anak kucing'?
Christie mengatakan konsep kitten fur lebih mengutamakan sensasi daripada aroma yang benar-benar nyata.
"Saat membayangkan aroma anak kucing, saya memikirkan wangi yang menghadirkan kelembutan, kehangatan, dan tekstur berbulu yang nyaman, bukan aroma harfiahnya," ujarnya.
Untuk menciptakan kesan tersebut, para perfumer biasanya memadukan berbagai aroma lembut. Salah satunya adalah orris atau akar iris yang dikenal memiliki karakter halus (velvety) dan powdery.
Menurut Christie, orris menciptakan kesan beludru yang terasa lembut dan nyaman, selayaknya menyentuh bulu halus.
Selain itu, disertakan juga aroma kapas bersih (clean cotton accords) untuk memberikan kesan segar seperti kucing yang baru selesai grooming, sentuhan mawar yang lembut, hingga musk yang menciptakan sensasi hangat menyerupai aroma kulit.
"Musk yang lembut menciptakan nuansa hangat yang terasa akrab dan menenangkan pada parfum, seperti kehangatan saat memeluk anak kucing," ujar Christie.
Tak sedikit pula parfum yang menambahkan aroma susu, krim, vanila, beras, atau karamel agar menghasilkan kesan creamy dan cozy.
Tren parfum dengan aroma kitten fur menunjukkan bahwa minat orang tak lagi sekadar soal wangi yang enak dicium.
Beberapa orang juga mencari aroma yang mampu menghadirkan rasa nyaman, membangkitkan kenangan, atau menciptakan suasana hati tertentu.
(fef)