3 Singa di Kebun Binatang Jepang Mati karena Alami Heatstroke
Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Jepang dalam beberapa pekan terakhir memicu tragedi di Tama Zoological Park, Tokyo.
Tiga ekor singa betina di kebun binatang tersebut dilaporkan mati secara bertahap akibat diduga mengalami serangan panas berlebih atau heatstroke.
Mengutip The Japan News, Selasa (4/8), ketiga satwa yang berusia antara 3 hingga 15 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir secara berurutan sejak Selasa (29/7) hingga Minggu (3/8) lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan nekropsi, tim medis menemukan bahwa ketiga singa betina tersebut mengalami dehidrasi tingkat berat serta kegagalan fungsi pada banyak organ tubuh.
Cuaca panas ekstrem yang berlangsung sejak pertengahan Juli 2026 ini tak hanya merenggut nyawa tiga singa betina, tetapi juga memicu penurunan kondisi kesehatan secara drastis pada belasan satwa lainnya.
Gelombang panas berimbas terhadap populasi singa di Tama Zoological Park. Sebanyak 10 ekor singa mengalami penurunan nafsu makan dan lemas hingga harus menjalani perawatan medis intensif.
Saat ini, satu singa betina dan dua singa jantan di kebun binatang itu dilaporkan masih berada dalam kondisi sangat lemah di bawah pemantauan ketat tim dokter hewan.
Pihak pengelola Tama Zoological Park telah menutup sementara area pameran kandang singa bagi para pengunjung sejak 23 Juli 2026.
Sebelum insiden kematian beruntun singa ini terjadi, Tama Zoological Park mencatat memiliki total populasi 16 ekor singa (5 jantan dan 11 betina) dengan rentang usia 1 hingga 20 tahun.
Kematian tiga singa betina ini mengukir catatan kelam bagi pengelola kebun binatang. Tama Zoological Park diketahui telah memelihara dan memamerkan spesies singa sejak tahun 1964, dan insiden ini menjadi kasus pertama satwa mati akibat cuaca panas ekstrem.
"Belum pernah ada kasus singa yang mati akibat cuaca panas ekstrem di Tama Zoological Park sebelumnya," tegas salah seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo.
(wiw)