Ayah Ibu, Ini 7 Tanda Anda Telah Menjadi Orang Tua yang Hebat
Pola asuh modern di masa kini menetapkan standar yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya. Berbagai tantangan anyar mau tak mau membuat konsep parenting mengalami penyesuaian.
Tapi di balik itu, banyak orang tua yang tak memiliki patokan keberhasilan. Apakah orang tua telah melakukan tugasnya dengan baik atau apakah orang tua telah memberikan yang terbaik untuk anak menjadi pertanyaan banyak orang saat ini.
Tak adanya tolok ukur kebersihan membuat banyak orang mudah terjebak dalam perangkap membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Padahal, tolok ukur keberhasilan parenting pada masing-masing orang tua bisa saja berbeda.
Hannah Howard, psikolog sekaligus editor in chief Parent Co melihat beberapa tanda yang bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan. Tanda-tanda ini bisa dilihat dari perilaku si kecil.
1. Anak berani berbagi berbagai emosinya
Emosi tak selalu positif. Ada juga emosi negatif yang bisa dialami si kecil.
Kemampuan anak untuk mengekspresikan kemarahan, kesedihan, dan ketakutan di depan Anda menjadi pertanda baik. Artinya, anak merasa aman secara emosional dengan Anda sebagai orang tua.
"Saya khawatir saat anak-anak menyembunyikan perasaan mereka dari orang tua. Sering kali ini adalah tanda masalah besar dalam hubungan orang tua dan anak," tulis Howard.
Hindari mengalihkan perhatian saat si kecil mengekspresikan emosi negatifnya. Sebaliknya, perhatikan dan tunjukkan empati Anda pada mereka.
2. Anak datang saat terluka atau menghadapi masalah
Jika Anda menjadi orang pertama yang dihampiri si kecil saat mereka sedang terluka atau menghadapi masalah, maka artinya Anda telah memberikan rasa aman. Si kecil menganggap Anda sebagai 'solusi' saat mereka membutuhkan bantuan.
Dengarkan masalah si kecil, bahkan jika kasusnya terdengar sepele. Hal ini membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, dalam kondisi sulit sekali pun.
3. Anak berani mengutarakan pendapat
Anak yang berani mengutarakan pendapatnya menjadi tanda positif dalam hubungannya dengan orang tua. Dalam hal ini, terbangun hubungan yang terbuka dan fleksibel antara orang tua dan anak.
4. Jarang memberi label buruk pada anak
Orang tua yang baik tidak mudah memberikan label seperti 'nakal' atau 'pemalas' pada anak. Alih-alih langsung memberikan label, orang tua yang baik akan memberikan pengertian yang mampu dipahami si kecil.
5. Mendorong anak untuk mengejar minat dan bakat
Orang tua perlu mendorong anak untuk mengejar minat dan bakatnya. Hal ini bisa membuat anak merasakan artinya sebuah pencapaian.
Sayangnya, beberapa orang tua justru memilih mengarahkan anak berdasarkan ambisinya. Padahal, belum tentu hal yang sama juga diinginkan si kecil.
"Ketika Anda memaksa anak untuk berprestasi karena alasan pribadi, berbagai hal bisa berjalan dengan salah, bahkan ketika [di luar] segalanya tampak baik-baik saja," tulis Howard.
Kebiasaan ini dapat membuat anak merasa gagal, tertekan, dan dikendalikan.
6. Tetap menetapkan batasan
Orang tua yang hebat akan tetap menetapkan batasan dan aturan yang bijaksana. Anak-anak yang tumbuh tanpa batasan dan aturan sering berakhir dalam banyak masalah.
Batasan membantu anak merasa dicintai dan dihargai.
Beberapa contoh batasan di antaranya rutinitas sebelum tidur atau menyoal penggunaan bahasa yang hormat kepada anggota keluarga.
7. Mau memperbaiki kesalahan
Mampu memperbaiki keretakan hubungan dengan anak jadi salah satu tanda orang tua yang hebat. Di sini, orang tua harus mau memperbaiki kesalahan.
Orang tua yang hebat tak ragu untuk meminta maaf jika sadar melakukan kesalahan.
(asr)