Orang Tua Pilih Kasih? Begini 5 Cara Menyikapinya sebagai Anak Dewasa

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 12:35 WIB
Ilustrasi. Sebagai anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dibanding saudaranya yang lain, ketahui bagaimana cara menyikapi orang tua pilih kasih. (iStockphoto/Nattakorn Maneerat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memiliki orang tua yang pilih kasih tentu bukan hal yang menyenangkan, bahkan ketika anak sudah dewasa. Mendapat perlakuan yang berbeda dari saudara, seperti lebih jarang dipuji, dibela, atau diberi perhatian, dapat membuat anak merasa kurang dihargai.

Sebagai anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dibandingkan saudaranya yang lain, perlu untuk mengetahui bagaimana cara menyikapi orang tua yang pilih kasih. Hal ini sangat penting untuk mengurangi dampak buruk yang diakibatkan oleh sikap orang tua tersebut.

Sikap pilih kasih orang tua dapat berdampak buruk pada perkembangan anak yang merasa tidak disayangi. Anak akan merasa rendah diri, cemas, depresi, hingga dapat menimbulkan intrik antar anggota keluarga.

Bagi anak yang mengalami situasi tersebut wajar saja jika muncul rasa sedih, iri, atau marah. Namun, ketika sudah dewasa, menyikapi orang tua yang pilih kasih bukan berarti harus membalas perlakuan mereka bahkan memutus hubungan.

Cara menyikapi orang tua yang pilih kasih

Banyak faktor yang menjadi penyebab pilih kasih yang dilakukan oleh orang tua terhadap salah satu anak. Banyak kasus, rasa pilih kasih orang tua ini sering kali muncul karena hal yang sering kali dianggap sepele.

Lantas, apa yang bisa dilakukan anak dewasa ketika menghadapi orang tua yang dianggap pilih kasih?

Dikutip dari laman Better Help dan sumber lainnya, berikut ini cara menyikapi orang tua yang pilih kasih tanpa memperkeruh hubungan keluarga serta mengorbankan kondisi mental diri sendiri.

1. Cari kebahagiaan lain

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi orang tua yang pilih kasih adalah dengan mencari kebahagiaan lain. Menjadi seorang anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tua tidaklah menyenangkan.

Untuk itu, cobalah untuk mencari kebahagiaan lain yang positif sebanyak mungkin. Carilah kelebihanmu untuk menunjukkan kemampuanmu tanpa membandingkan dengan saudara yang lain.

Hal ini sangat ampuh untuk membantumu dalam mengatasi dampak emosional yang ditimbulkan oleh orang tua.


2. Bicarakan perasaanmu kepada orang tua

Apa yang dirasakan oleh anak belum tentu bisa dirasakan juga oleh orang tua. Seringkali pada kasus seperti ini, orang tua tidak menyadari jika apa yang mereka lakukan telah melewati batas. Jika sudah demikian, tak ada salahnya jika mengungkapkan perasaan kepada orang tua.

Cobalah untuk mengungkapkan perasaanmu, misalnya "Saya merasa kurang dilibatkan dalam keputusan keluarga, seperti halnya ayah/ibu kepada adik".

Dengan mengungkapkan perasaan ini, diharapkan orang tua bisa membuka hati dan sadar jika ada anaknya yang lain yang juga butuh perhatian.

3. Hindari reaksi emosional

Sikap berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan menghindari reaksi emosional. Reaksi emosional terkadang malah disalahartikan oleh anggota keluarga lainnya.

Wajar bila merasa kesal karena melihat sikap pilih kasih orang tua. Namun akan lebih baik jika sejenak mengambil jarak dari situasi tersebut, terlebih jika itu mulai mengganggu pikiran dan psikismu.


4. Berhenti mengharap perlakuan yang sama

Yang perlu kamu sadari adalah tak semua orang tua dapat memberikan perlakuan yang sama kepada semua anaknya. Untuk itu, mengharapkan pengakuan yang sama seperti saudara secara terus-menerus malah dapat membuatmu stres.

Sebagai anak yang sudah dewasa, cobalah untuk tidak menggantungkan perhatian dari orang tua. Alih-alih begitu, bangun sendiri kehidupan dan kebahagiaan yang ingin kamu raih.


5. Tak perlu bersaing

Hubungan antarsaudara bukanlah persaingan dalam mendapatkan perhatian dari orang tua. Karena jika dibiarkan, hal tersebut dapat menjadi pertengkaran dan merusak hubungan keluarga.

Sebagai anak, sadari bahwa kamu tidak bisa mengendalikan sikap orang tuamu sepenuhnya. Yang bisa kamu lakukan adalah merespons dengan baik dan menjaga batasan agar hidup lebih tenang dan tidak bergantung pada perlakuan orang tua semata.

Demikian cara menyikapi orang tua yang pilih kasih yang dapat kamu lakukan.

[Gambas:Video CNN]

(ahd/fef)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK