Serangga Hidup Keluar dari Perut Wanita yang Dibedah, Santet?

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 23:30 WIB
Ilustrasi. Serangga keluar dari perut wanita yang sedang menjalani operasi. Dokter menduga serangga itu tak sengaja tertelan ketika pasien mengonsumsi sayuran atau buah yang belum dicuci. (Getty Images/mihailomilovanovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang wanita menjalani bedah perut karena masalah usus. Saat proses bedah, dokter menemukan sesuatu yang mengejutkan. Seekor serangga hidup 'melompat' keluar. Kok bisa?

Wanita berusia 82 tahun di Bologna, Italia mengeluhkan nyeri perut hebat. Nyeri perut ini disertai sembelit serta mual dan muntah.

Ketika dilakukan rontgen, dokter menemukan sebagian usus wanita itu mengembang akibat gas atau cairan, sedangkan bagian usus lain mengempis. Dari hasil CT scan perut, terlihat benda padat yang menyumbat lengkungan usus di sis kanan atau dikenal sebagai obstruksi usus halus (small bowel obstruction).

Small bowel obstruction (SBO) bisa mengancam jiwa sehingga dokter merekomendasikan operasi darurat untuk mengatasi sumbatan. Lewat prosedur laparotomi, dokter membuat sayatan kecil di perut guna menjangkau usus pasien.

Kemudian dokter menentukan lokasi gumpalan dan mengangkatnya. Saat diangkat, padatan yang menyumbat terbentuk dari materi tanaman yang tidak tercerna. Selang beberapa waktu, dokter dikejutkan oleh serangga kecil yang melompat dari gumpalan sayuran lalu merayap ke atas kain penutup operasi.

Mereka pun mengirimnya ke laboratorium untuk dianalisis. Melansir dari Live Science, rupanya makhluk itu bukan serangga melainkan jenis artropoda darat, jenis lain dari isopoda darat. Hewan ini termasuk krustasea, kerabat dekat kepiting dan udang.

Isopoda memakan vegetasi yang membusuk. Dokter pun menduga pasien tidak sengaja menelan isopoda bersama suapan sayuran atau buah yang belum dicuci.

Jika seseorang tidak sengaja menelan serangga, laba-laba, atau artropoda kecil yang tidak berbisa, sistem pencernaan memperlakukan mereka layaknya jenis protein lain. Mereka dilarutkan menggunakan asam dan enzim.

Dalam kasus ini, kapsul berisi materi tanaman yang terkompresi dalam saluran pencernaan wanita itu mungkin telah melindungi isopoda sehingga makhluk ini bisa bertahan di perut.

Sementara itu, si wanita telah pulih dari operasi lalu pindah ke panti wreda.

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK