Dispar Ungkap Kondisi Wisatawan Kala Singapura-Malaysia Dibekap Asap
Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membekap wilayah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan bagi wilayah Batam dan sekitarnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (5/9).
Batam dan wilayah Kepri lainnya diketahui sangat dekat dengan negara tetangga tersebut--yang hanya ditempuh perjalanan laut sekitar 45 menit ke Singapura dan Malaysia menggunakan kapal Ferry. Dan, saban akhir pekan, sejumlah pulau favorit turisme di Kepri jadi destinasi wisata warga jiran.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan tren kunjungan wisatawan ke Batam maupun daerah Kepri lainnya masih normal di saat kedua negara tetangga itu terdampak kabut asap dari Kalimantan dan Sumatra. Selain itu, meski beberapa hari terakhir wilayah Kepri juga sudah terdampak dari kabut asap dari Sumatra, namun hal itu tidak berdampak pada kunjungan wisatawan.
"Belum ada peningkatan maupun penurunan, masih normal," Kata Hasan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/9) sore.
Dia menerangkan Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun merupakan wilayah favorit kunjungan wisatawan negeri seberang untuk menghabiskan waktu mereka di akhir pekan.
Selain itu, dia menyebut, meski penurunan kunjungan wisman secara bulanan adalah dinamika yang wajar. Tapi, sambungnya, pertumbuhan secara tahunan dan kumulatif menunjukkan pariwisata Kepri masih berada dalam tren positif.
"Kalau kita melihat data secara utuh, memang ada penurunan dibandingkan Juni. Tetapi dibandingkan Juli tahun sebelumnya, kunjungan wisman justru tumbuh. Secara kumulatif Januari sampai Juli juga masih menunjukkan pertumbuhan positif," ujarnya.
Ia mengatakan kedekatan Kepri dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan yang terus dioptimalkan, sekaligus membuka peluang untuk memperluas pasar wisatawan dari negara lainnya.
Upaya tersebut dilakukan agar pertumbuhan pariwisata Kepri semakin kuat dan tidak hanya bergantung pada faktor musiman.
"Yang terpenting adalah menjaga momentum pertumbuhan, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, dan memastikan pariwisata memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha serta masyarakat di Kepri," ucapnya.
Berdasarkan data BPS Provinsi Kepri yang terangkum dalam data kunjungan pariwisata Juli 2026, jumlah wisman yang datang ke Kepri pada Juli mencapai 180.623 kunjungan.
Angka tersebut turun 11,42 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 203.899 kunjungan.
Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2025, capaian Juli tahun ini justru meningkat 14,25 persen.
Sementara secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 1.221.537 kunjungan, atau tumbuh 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(arp/kid)