Operasi Ginekologi Jarak Jauh Pertama di Indonesia Digelar
Operasi ginekologi kini bisa dilakukan dari jarak jauh dengan bantuan teknologi telerobotik. Di Indonesia, prosedur semacam ini untuk pertama kalinya dilakukan dengan menghubungkan tim medis di Jakarta dengan lokasi kongres di Bali.
Pembedahan tersebut dilakukan dari Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, dan ditayangkan secara langsung dalam Asia Pacific Association for Gynecologic Surgery (APAGE) 26th Annual Meeting yang digelar bersamaan dengan IGES (Indonesian Gynecological Endoscopy Society) 13th Annual Meeting di Jimbaran Convention Center (JCC), Bali.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSCM Bobi Prabowo mengatakan tindakan tersebut dilakukan dengan jarak lebih dari 1.000 kilometer antara lokasi kongres di Bali dan kamar operasi di Jakarta.
"Pembedahan dilakukan dengan jarak lebih dari 1.000 kilometer yang menghubungkan lokasi kongres di Bali dengan Kamar Operasi RSCM Kencana di Jakarta," kata Bobi Prabowo di Jakarta, Kamis.
Menurut Bobi, pengembangan operasi telerobotik menjadi bagian dari transformasi layanan bedah seiring perkembangan teknologi kedokteran. Sistem bedah robotik, kecerdasan artifisial (AI), dan telemedisin kini membuka peluang baru dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih presisi dan minim invasif.
Teknologi tersebut memungkinkan dokter melakukan tindakan pembedahan dengan bantuan sistem robotik yang dikendalikan dari lokasi berbeda. Dengan dukungan konektivitas yang memadai, dokter tidak harus berada di ruangan yang sama dengan pasien untuk menjalankan prosedur tertentu.
RSCM sebelumnya telah mengembangkan teknologi bedah robotik di sejumlah bidang. Pada 2024, Departemen Urologi RSCM melakukan tele-robotic surgery pertama di Indonesia.
Pengembangan tersebut kemudian diperluas ke bidang ginekologi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembangkan layanan bedah dengan dukungan teknologi tinggi.
"RSCM sebelumnya telah mengembangkan teknologi bedah robotik di berbagai bidang keilmuan. Pada 2024 Departemen Urologi RSCM berhasil melakukan tele-robotic surgery pertama. Pengembangan teknologi tersebut kini diperluas ke bidang ginekologi sebagai bagian dari upaya RSCM dalam mengembangkan layanan bedah berteknologi tinggi," ujarnya.
Operasi ginekologi jarak jauh
Dokter yang melakukan prosedur tersebut, Dr. dr. Herbert Situmorang mengatakan tindakan ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dilakukan di Indonesia.
"Pembedahan robotik ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dikerjakan di Indonesia. Teknologi sistem robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung pelaksanaan pembedahan jarak jauh secara aman," kata Herbert.
Menurut Herbert, keberhasilan prosedur tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan bedah minimal invasif dan bedah robotik di Indonesia.
Bedah minimal invasif sendiri memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka. Pendekatan ini umumnya dikembangkan untuk mengurangi trauma pada jaringan tubuh dan mendukung proses pemulihan pasien.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan gerakan pembedahan dengan tingkat presisi yang tinggi. Dalam prosedur tertentu, sistem tersebut juga dapat memberikan visualisasi yang lebih detail selama operasi.
Namun, penerapan teknologi telerobotik tetap membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari kesiapan tenaga medis, sistem robotik, hingga konektivitas internet yang stabil dan aman. Dalam pelaksanaan kali ini, tele-robotic surgery juga menjadi bagian dari agenda pertukaran pengetahuan dan pengalaman klinis antara para ahli yang hadir dalam APAGE dan IGES Annual Meeting.
Pertemuan tersebut mengangkat tema "Collective Brilliance: Elevating Gynecology Endoscopy through Shared Innovation". Sejumlah perkembangan di bidang endoskopi ginekologi dan bedah minimal invasif dibahas, termasuk bedah robotik, kecerdasan artifisial, bedah vaginal, hingga ablasi tumor.
Bobi mengatakan pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi diharapkan dapat memperluas pilihan layanan kesehatan berbasis teknologi sekaligus mendukung perkembangan layanan bedah di Indonesia.
"Pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi menjadi langkah penting bagi RSCM dalam memperluas pilihan layanan bedah berteknologi tinggi bagi masyarakat. Inovasi ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi layanan bedah RSCM dalam menjawab perkembangan teknologi kedokteran," ujar Bobi.
(tis/tis)