Hari Alzheimer Sedunia 2026, Kenali Penyakit yang Menyerang Otak
Setiap 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang Alzheimer dan demensia, termasuk pentingnya mengenali gejala dan mendapatkan diagnosis lebih awal.
Tahun ini, kampanye World Alzheimer's Month mengangkat pesan, "The Earlier You Know, The More You Can Do: A Dementia Diagnosis Matters."
Pesan tersebut menekankan pentingnya mengenali dan memeriksa kondisi sejak lebih awal, terutama karena Alzheimer lebih banyak menyerang orang lanjut usia.
Indonesia sendiri sudah memasuki fase ageing population, ketika jumlah penduduk lanjut usia semakin besar. Kondisi ini membuat perhatian terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia, termasuk Alzheimer dan demensia, menjadi semakin penting.
Lantas, seberapa banyak orang yang terdampak demensia dan Alzheimer, terutama di Indonesia?
Lebih dari 2 juta kasus demensia di Indonesia
Jumlah orang lanjut usia di Indonesia terus bertambah. Kondisi ini ikut membuat persoalan demensia semakin perlu diperhatikan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi mengatakan jumlah kasus demensia di Indonesia diperkirakan meningkat seiring bertambahnya populasi lansia.
"Pada 2025 jumlah lansia usia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 34 juta atau 11,9 persen dari total populasi. Estimasi menunjukkan lebih dari 2 juta kasus demensia pada 2025, dengan Alzheimer menjadi bentuk dominan dan menyumbang lebih dari 60 persen dari total kasus demensia nasional," kata Imran, dikutip dari Antara.
Angka tersebut merupakan perkiraan jumlah kasus demensia, bukan jumlah pasti orang yang sudah mendapatkan diagnosis Alzheimer.
Kemenkes sendiri pada laman resminya masih mencantumkan sekitar 1,2 juta orang dengan demensia pada 2016. Jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi 2 juta pada 2030 dan 4 juta pada 2050.
Skrining menunjukkan gangguan kognitif pada lansia
Data Kemenkes juga memberikan gambaran soal kondisi fungsi kognitif pada kelompok lanjut usia. Dalam publikasi resmi Infarkes Edisi I 2025, hasil awal program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat 32,36 persen lansia mengalami gangguan kognitif.
Meski begitu, angka ini tidak berarti 32,36 persen lansia tersebut mengalami Alzheimer. Gangguan kognitif merupakan istilah yang lebih luas dan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi.
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami Alzheimer, diperlukan pemeriksaan dan penilaian medis lebih lanjut.
Baca halaman selanjutnya...