Ini Cara Mencuci Beras Fortifikasi agar Nutrisi Tetap Terjaga

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 13:40 WIB
Ilustrasi. Agar kandungan gizinya tak ikut luntur, berikut cara mencuci beras fortifikasi yang tepat. (Getty Images/iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beras perlu dicuci sebelum dimasak untuk menghilangkan debu dan kotoran. Namun untuk jenis beras fortifikasi, proses pencucian perlu lebih diperhatikan. Berikut cara mencuci beras fortifikasi.

Beras fortifikasi mengandung tambahan zat gizi yang ditujukan untuk melengkapi asupan nutrisi sehari-hari. Proses pencucian beras yang dilakukan terlalu sering dan kuat dapat membuat sebagian kandungan tersebut ikut terbuang.

Oleh karena itu, beras fortifikasi sebaiknya dicuci dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan. Berikut cara mencuci beras fortifikasi agar tetap bersih tanpa mengurangi kandungan nutrisinya. 

Cara mencuci beras fortifikasi

Dalam penelitian bertajuk Rice Fortification by Parboiling in Limited-Water Soaking to Alleviate Mineral and Vitamin Deficiency (2020) beras dapat menjadi media yang efektif untuk menyalurkan zat gizi mikro kepada banyak orang. Fortifikasi dilakukan dengan menambahkan vitamin dan mineral melalui beberapa teknologi, seperti dusting dan coating.

Setiap teknologi memiliki tingkat ketahanan nutrisi yang berbeda selama proses pencucian dan pemasakan. Misalnya pada metode dusting, campuran vitamin dan mineral berada di permukaan butiran beras sehingga lebih mudah hilang ketika dicuci menggunakan banyak air.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa pada metode dusting, sekitar 20-100 persen zat gizi yang ditambahkan dapat hilang selama pencucian dan pemasakan menggunakan air berlebih.

Kondisi ini membuat cara mencuci beras fortifikasi perlu diperhatikan, terutama jika jenis fortifikasi yang digunakan menempatkan nutrisi pada permukaan butiran.

Hal serupa disampaikan Pakar Gizi Universitas Andalas Syahrial bahwa beberapa mikronutrien dalam beras fortifikasi dapat berkurang selama proses pencucian, terutama vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat yang lebih rentan mengalami penurunan dibandingkan mineral seperti zat besi dan zinc.

Syahrial menyarankan beras tidak diremas ketika dicuci. Air cukup dituangkan ke dalam wadah berisi beras, kemudian beras dibolak-balik secara perlahan sebelum airnya dibuang.

Dengan demikian, cara mencuci beras fortifikasi dapat dilakukan hanya satu kali dengan gerakan perlahan. Beras tidak perlu digosok, diremas, atau dicuci berulang kali karena kontak dengan air secara terus-menerus berpotensi mengurangi sebagian vitamin yang ditambahkan.

Meski begitu, pencucian tetap memiliki manfaat untuk membersihkan beras dari debu, kotoran, atau benda asing yang mungkin terbawa selama proses pengolahan dan penyimpanan. Air cucian yang keruh juga dapat berasal dari lapisan pati yang menempel pada permukaan butiran beras.

(gas/els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK