Deep Roast Kopi dan Teh Ternyata Beda, Ini Penjelasannya
Istilah roasting atau sangrai mungkin lebih sering dikaitkan dengan kopi. Biji kopi dipanaskan hingga menghasilkan aroma dan karakter rasa yang khas. Namun, proses serupa ternyata juga dapat diterapkan pada teh.
Tea educator dan sommelier Ratna Somantri mengatakan teh juga dapat melalui proses roasting dengan penambahan panas. Hanya saja, bahan yang dipanaskan berbeda. Kopi menggunakan biji, sedangkan teh berasal dari daun.
"Roasted di tea itu sama prosesnya seperti kopi, dalam api menambahkan panasnya. Roasted berarti kita menambahkan panas, tapi kopi itu dari beans. Kalau teh itu leaves, jadi daun," kata Ratna dalam peluncuran Jawara Tea Series GAGA di Jakarta, Selasa (29/9).
Lihat Juga : |
Perbedaan bahan tersebut membuat proses roasting teh perlu dilakukan lebih hati-hati. Daun teh lebih mudah gosong jika terkena panas berlebihan.
"Jadi proses roasted tea itu harus lebih hati-hati. Karena kalau tidak, gosong daunnya kalau terlalu panas. Jadi bagaimana kita mengontrol supaya si roasted tea itu aromanya dapat roasted karakternya, tapi tidak terasa gosong," ujarnya.
Butuh waktu untuk mendapatkan karakter roasted
Menurut Ratna, mendapatkan karakter roasted yang pas pada teh tidak bisa dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan waktu dan percobaan hingga menghasilkan karakter yang sesuai.
"Itu butuh waktu bertahun-tahun sampai akhirnya kita bisa dapat karakter roasted yang oke. Seperti yang sekarang ada di Jakarta ini sendiri," kata Ratna.
Ia mengatakan teh dan kopi sama-sama membutuhkan panas dalam proses roasting. Namun, karakter bahan yang berbeda membuat perlakuan terhadap keduanya tidak bisa disamakan.
"Jadi sama-sama, tapi beda juga energinya. Sama-sama, pakai panas, tapi karakter itu daun, jadi harus lebih hati-hati," ujarnya.
Alat roasting teh dan kopi berbeda
Perbedaan juga terdapat pada alat yang digunakan. Ratna mengatakan teknologi roasting kopi telah berkembang dengan berbagai pengaturan khusus. Sementara itu, teh membutuhkan kontrol yang disesuaikan dengan karakter daunnya.
"Alatnya beda. Kalau kopi itu kan sudah sangat teknologi banget. Sudah ada settingan untuk kopi," kata Ratna.
Meski demikian, Ratna melihat ada kemungkinan teknologi mesin kopi dimanfaatkan untuk mengembangkan roasted tea. Ia bahkan pernah mempelajari proses tersebut saat berada di Jepang.
"Kalau kopi itu sudah ada settingan untuk kopi. Tapi, sangat menarik bahwa mungkin kita bisa mencoba menggunakan mesin kopi untuk membuat roasted tea," ujarnya.
Di Jepang, kata Ratna, terdapat jenis teh yang dikenal sebagai hojicha, yakni teh hijau yang melalui proses roasting.
"Jadi di Jepang ada namanya hojicha. Mungkin familiar ya. Hojicha juga roasted green tea," katanya.
Ratna mengatakan proses roasting teh juga dapat dilakukan secara sederhana, termasuk menggunakan alat rumah tangga. Namun, mesin tetap dibutuhkan jika ingin mendapatkan hasil yang konsisten.
"Kalau kita bikin begitu, hari ini roasting-nya segini, besok kurang, besok kosong. Jadi, kita tetap butuh mesin, supaya kita bisa mengontrol temperature, semuanya harus sama," ujarnya.
Meski demikian, ia mengatakan roasting teh tetap dapat dilakukan dengan cara sederhana.
"Tapi, bikin sendiri juga bisa, di atas oven juga bisa," tutup Ratna.
(anm/tis)