Mirip Sariawan, Kenali Apa Itu Mukokel dan Bisakah Sembuh Sendiri?
Benjolan kecil di dalam mulut tak selalu karena sariawan. Ada pula yang namanya mucocele atau mukokel.
Karena bentuknya mirip gelembung atau lesi kecil, banyak orang baru sadar ini bukan sariawan setelah ukurannya membesar atau tak kunjung hilang.
Mukokel merupakan kista yang muncul di bagian dalam mulut. Meski sulit untuk hilang dengan sendirinya, umumnya mukokel tak berbahaya.
Namun penting untuk memahami apa itu mukokel agar kamu bisa membedakannya dari gangguan mulut lainnya.
Apa itu mukokel?
Mengutip Cleveland Clinic, mukokel adalah kista berisi cairan yang terbentuk di permukaan bagian dalam mulut akibat gangguan pada kelenjar ludah. Kondisi ini juga dikenal sebagai kista mukus dan umumnya tidak berbahaya serta tak menimbulkan rasa sakit.
Mukokel paling sering muncul di bagian dalam bibir bawah. Namun, benjolan ini juga bisa ditemukan di pipi bagian dalam, lidah, gusi, hingga dasar mulut. Kalau muncul di dasar mulut, kondisi ini sering disebut sebagai ranula.
Biasanya, mukokel muncul akibat trauma ringan, semisal bibir tergigit saat makan. Cedera tersebut dapat merusak atau menyumbat saluran kelenjar ludah. Akibatnya, aliran air liur tidak keluar dengan normal, lalu menumpuk dan membentuk kista kecil.
Adapun kondisi ini lebih sering dialami oleh orang berusia di bawah 30 tahun. Sebagian besar kasus bahkan ditemukan pada rentang usia 3-20 tahun, dengan puncak kejadian pada usia 10-20 tahun. Meski demikian, mukokel tetap bisa terjadi pada siapa saja.
Penampakan mukokel dan kebiasaan yang memicunya
Lalu bagaimana penampakan mukokel? Biasanya mukokel tampak seperti benjolan lunak berbentuk kubah di dalam mulut. Warnanya bisa bening atau sedikit kebiruan, dengan ukuran bervariasi mulai dari 1 milimeter hingga 2 sentimeter.
Umumnya mukokel memang tidak nyeri. Namun jika berukuran besar, mukokel bisa mengganggu saat kita berbicara, mengunyah, menelan, bahkan dalam kasus langka bisa memengaruhi pernapasan.
Soal penyebabnya, ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang bisa memicu mukokel, antara lain:
- Kebiasaan menggigit atau mengisap bibir.
- Peradangan kronis akibat merokok atau penggunaan produk tembakau.
- Saluran kelenjar ludah yang menebal atau rusak.
- Trauma akibat tindakan medis seperti intubasi.
- Cedera pada kelenjar ludah yang menyebabkan penumpukan lendir.
- Infeksi akibat piercing, terutama pada bibir.
- Kebersihan gigi dan mulut yang buruk, sehingga bakteri menumpuk dan menyumbat kelenjar ludah.
Karena letaknya di dalam mulut, mukokel sering dikira sebagai sariawan. Bedanya, sariawan biasanya berupa luka cekung yang terasa perih, sedangkan mukokel lebih menyerupai benjolan atau gelembung lunak berisi cairan.
Bisakah mukokel sembuh sendiri?
Untungnya, mukokel kadang bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Mengutip WebMD, kista ini umumnya akan pecah dengan sendirinya dan menghilang dalam jangka waktu sekitar 3-6 minggu.
Meski tampak tak berbahaya, mukokel sebaiknya tak dipecahkan atau diobati sendiri di rumah. Tindakan ini justru bisa memicu iritasi, infeksi, atau membuat kista muncul kembali.
Kalau mukokel berukuran besar, menetap, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas makan dan berbicara, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi atau tenaga medis terkait.
Penanganan medis yang umumnya dilakukan dokter, antara lain mengangkat kista atau kelenjar ludah dengan pisau bedah atau laser.
Dokter juga bisa melakukan prosedur marsupialization untuk membentuk saluran baru agar air liur dapat keluar dengan baik. Untuk tindakan non-invasif pada kasus tertentu, dokter bisa melakukan suntikan steroid atau meresepkan salep.
Dokter gigi biasanya bisa mengenali mukokel hanya dari tampilannya. Namun, bila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti USG atau biopsi dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Meski bisa hilang sendiri dalam waktu 3-6 minggu, sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis kesehatan gigi dan mulut. Apalagi kalau ukurannya membesar dan terasa mengganggu.
Pemeriksaan penting untuk memastikan bahwa benjolan tersebut memang mukokel, bukan kondisi lain yang lebih serius.
Dengan memahami apa itu mukokel, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat sejak awal.
(rti)