Apakah Minum Air Es Bisa Menyebabkan Gemuk? Ini Penjelasannya

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 07:31 WIB
Ilustrasi. Banyak yang bertanya apakah minum air es bisa menyebabkan gemuk. Faktanya tidak, karena air tawar minum kalori, terlepas dari suhunya tinggi atau rendah. (Picjumbo/Viktor Hanacek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Air putih dibutuhkan tubuh untuk menjaga hidrasi dan mendukung berbagai fungsi penting. Namun banyak yang percaya minum air dengan temperatur tertentu bisa memengaruhi berat badan.

Banyak orang pun bertanya-tanya, apakah minum air es bisa menyebabkan gemuk? Faktanya, air putih tidak mengandung kalori, baik diminum dingin maupun pada suhu ruang. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apakah minum air es bisa menyebabkan gemuk?

Tidak. Minum air es tidak secara langsung menyebabkan penambahan lemak tubuh. Air putih tanpa tambahan gula atau bahan lain tidak mengandung kalori, sehingga tidak menambah asupan energi seperti minuman manis.

"Tubuh Anda harus membakar sejumlah kalori untuk menghangatkan air ini dan menurunkannya hingga 98 derajat Fahrenheit, yang merupakan suhu tubuh. Jadi, sebenarnya tubuh meningkatkan laju metabolismenya untuk menghangatkan air agar mencapai suhu tubuh," kata ahli nutrisi Pooja Makhija, seperti dilansir NDTV.

Tubuh memang menggunakan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air yang diminum agar mendekati suhu tubuh.

Meski demikian, jumlah energi yang digunakan relatif kecil dan tidak cukup untuk menjadikan air es sebagai cara signifikan untuk membakar kalori atau menurunkan berat badan. Namun ini membuktikan air es juga tak mungkin membuat tubuh jadi gemuk.

Manfaat minum air untuk membantu penurunan berat badan

Baik itu air dingin maupun air hangat, minum lebih banyak air bisa bermanfaat untuk penurunan berat badan. Ini dia beberapa alasannya:

1. Berkalori rendah

Minum air putih, terlepas dari suhunya, asupan kalorinya sudah pasti lebih rendah ketimbang minuman manis. Mengutip Healthline, minum air dingin bahkan bisa meningkatkan pengeluaran energi hingga 2,9 persen selama 90 menit setelah minum.

2. Menekan rasa lapar

Rasa haus terkadang terasa mirip dengan lapar. Minum air saat haus dapat membantumu menilai kembali apakah tubuh memang membutuhkan makanan.

"Anda mungkin dapat mengurangi nafsu makan dengan minum air jika Anda sebenarnya kekurangan air, bukan kalori," ujar dokter penyakit dalam dan spesialis nutrisi Melina Jampolis, seperti dilansir laman Johns Hopkins University.

3. Mendukung kegiatan olahraga

Cairan membantu menjaga fungsi tubuh selama berolahraga. Kekurangan cairan justru dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengganggu kenyamanan saat beraktivitas.

"Ketika sel otot mengalami dehidrasi, sel-sel tersebut memecah protein (alias otot) lebih cepat dan membangun otot lebih lambat, sehingga latihan Anda menjadi jauh kurang efektif," kata Jampolis.

4. Bantu tubuh buang limbah

Air membantu pembentukan urine dan menjaga tinja tetap lunak. Dengan kata lain, asupan cairan yang cukup dapat mendukung proses buang air besar serta membantu mengurangi risiko sembelit.

Selain itu, hidrasi yang cukup meningkatkan fungsi ginjal, membersihkan bakteri berbahaya dari saluran kemih, dan mencegah batu ginjal, yang dapat terjadi dengan urine lebih pekat.

5. Tubuh butuh air untuk bakar lemak

Meningkatkan asupan air dapat meningkatkan lipolisis, yakni proses tubuh membakar lemak untuk energi.

"Kami tidak yakin tentang mekanismenya, tetapi dehidrasi ringan mengurangi lipolisis, yang mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal," kata Jampolis.

Jadi, apakah minum air es bisa menyebabkan gemuk? Tidak. Air es tawar tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan penambahan lemak secara langsung.

Namun untuk menjaga berat badan, lebih baik fokus pada pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur cukup, serta membatasi minuman tinggi gula.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK