6 Skill Ini Perlu Dipelajari Gen Z agar Survive di Dunia Kerja
Gen Z tumbuh besar di era teknologi digital dan media sosial sudah berkembang dan jadi hal lumrah dalam keseharian. Kemudahan mengakses informasi memberi banyak peluang, tetapi harus dibarengi fokus dan kemampuan memilah informasi.
Di dunia kerja, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Jadi, mengembangkan skill atau keterampilan tertentu bisa bantu Gen Z beradaptasi sekaligus menunjukkan potensi terbaiknya.
Berikut enam skill yang bisa dipelajari Gen Z biar bisa survive di dunia kerja dan menerapkan work-life balance.
1. Memilah informasi yang tepercaya
Di tengah banjir informasi dari media sosial dan perkembangan AI, keterampilan literasi media perlu dilatih. Tak semua informasi yang terlihat meyakinkan berasal dari sumber kredibel.
Sebelum membagikan atau menggunakan informasi, periksa siapa pembuatnya, apa sumber datanya, dan apakah informasi serupa diberitakan oleh sumber tepercaya lainnya.
"Kaum muda perlu mengatasi tantangan seperti belajar menggunakan AI sebagai alat, bukan sebagai pengganti suara mereka sendiri, atau mampu membedakan antara otoritas dan juru bicara yang lantang, atau mampu melindungi diri dari tekanan untuk menjalani kehidupan yang tidak realistis dan terencana," tutur Psikolog Bedford Palmer, dilansir Parade.
2. Kemampuan untuk hadir dan fokus
Notifikasi, media sosial, dan beragam informasi di dalam genggaman tangan bisa mengalihkan perhatian. Padahal, kemampuan untuk hadir sepenuhnya saat bekerja, membantu kamu memahami instruksi, dan menyelesaikan tugas lebih teliti.
Gen Z dapat melatih kemampuan ini dengan mengurangi gangguan ketika mengerjakan tugas penting, misalnya menonaktifkan notifikasi sementara. Lalu, bantu dengan hobi yang menunjang.
Aktivitas seperti memasak, merajut, berolahraga, atau bermain permainan strategi juga dapat melatih konsentrasi dan fokus tunggal.
3. Monotasking
Multitasking kerap dianggap sebagai kemampuan yang dibutuhkan di tempat kerja. Namun, berpindah-pindah tugas terus-terusan dapat membebani pikiran dan membuat hasil kerja kurang maksimal.
Mengerjakan satu hal dalam satu waktu atau monotasking bikin pekerjaan lebih efektif. Tips dari Indeed, cobalah membuat blok waktu untuk tugas tertentu, lalu bekerja di tempat yang minim gangguan.
Misalnya, luangkan satu jam untuk menyusun laporan sebelum berpindah ke pekerjaan lain. Atur durasinya sesuai kebutuhan dan jenis pekerjaan.
4. Ambil keputusan dengan percaya diri
Di tempat kerja, kita harus mengambil keputusan kecil ataupun besar setiap hari. Adapun menurut American Student Association, Gen Z terkadang terlalu mengandalkan media sosial dan sumber lain untuk membuat keputusan.
Mendapatkan banyak masukan secara online ataupun online bisa sangat membantu, tetapi terlalu bergantung pada validasi orang bisa membuatmu makin ragu ambil keputusan.
Untuk melatih kemampuan pengambilan keputusan, berikan deadline pada diri sendiri lalu pilih langkah yang paling masuk akal berdasarkan informasi yang ada.
Kalau masalahnya berada di luar kewenangan, seperti konflik serius atau persoalan kebijakan, jangan ragu berkonsultasi dengan atasan atau bagian HR.
5. Kelola stres
Tekanan kerja dapat muncul karena berbagai faktor. Kalau tuntutan pekerjaan wajar, kamu hanya perlu belajar mengelola stres untuk jaga kesehatan dan produktivitas.
Setiap orang mungkin memiliki cara berbeda untuk menenangkan diri. Kamu bisa mencoba berjalan kaki, berenang, beristirahat sejenak dari media sosial, atau merapikan meja kerja.
Menemukan rutinitas yang cocok membantu tubuh dan pikiran kembali siap menghadapi pekerjaan.
6. Mampu mengevaluasi diri dari kritik
Kritik tak selalu menyenangkan, tetapi bisa menjadi kesempatan untuk berkembang. Jadi, penting untuk membedakan antara kritik membangun dan komentar yang merendahkan.
Saat menerima masukan dari atasan, rekan kerja, atau pelanggan, dengarkan isi pesannya ketimbang cara penyampaiannya.
Tanyakan langkah perbaikan yang spesifik jika masih belum jelas. Setelah itu, evaluasi masukan tersebut dengan tenang dan ambil bagian yang relevan.
Itu dia beberapa skill yang perlu dipunya Gen Z agar survive di dunia kerja dan mampu menerapkan work-life balance. Mengembangkan skill memang bukan proses instan, jadi latihlah terus secara rutin.
(rti)