Kemenkes Sebut Media Sosial Bikin Anak Muda RI Makin Cemas
Di Indonesia, penggunaan media sosial berkaitan dengan tingkat kecemasan anak muda. Hal itu disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Imran Pambudi.
Imran mengatakan, kelompok remaja dan dewasa muda menjadi mayoritas pengguna layanan internet di Indonesia. Kehadiran media sosial meningkatkan kecenderungan seseorang untuk membandingkan nasib dengan orang lain.
Lihat Juga : |
Padahal, apa yang ada di media sosial belum tentu menjadi gambaran nyata. Seseorang boleh saja memamerkan kehidupan yang bahagia paripurna, tapi belum tentu itu hadir tanpa 'polesan'.
"Dia [seseorang] akan melihat apa yang terjadi di 'seberang' sana [orang lain]. Idolanya seperti apa, kesukannya seperti apa," ujar Imran di kantor Kemenkes, Jakarta, Minggu (11/10), melansir detikhealth.
Hal tersebut, lanjut Imran, pada akhirnya menimbulkan kecemasan tersendiri pada individu. Seseorang akan membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain yang dia lihat.
"Itu akhirnya yang membuat cemas, kok dia di umurku ini bisa beli Porsche, saya kok masih naik motor. Sehingga dia membandingkan dengan orang lain," tambah Imran.
Imran melihat hal ini berkaitan dengan kedewasaan seseorang dalam melihat fenomena sosial. Semakin baik tingkat kedewasaan seseorang, maka mereka akan lebih bisa menerima kenyataan.
Kematangan seseorang dalam berpikir, lanjut Imran, memainkan peran besar dalam hal ini.
Berdasarkan beberapa studi, menurut Imran, otak manusia akan sepenuhnya matang dan dewasa pada usia sekitar 20-an.
"Kalau sebelum umur 20, otak masih berkembang, sehingga dia masih, kalau ada suatu hal, otak itu mencernanya belum benar," pungkas dia.
(asr)