AC Nyala Seharian, Udara di dalam Rumah Bakal Lebih Sehat?
Saat cuaca panas, menyalakan AC seharian bisa menjadi cara paling praktis untuk membuat rumah tetap nyaman. Jendela dan pintu pun biasanya ditutup rapat agar udara dingin tidak keluar.
Kebiasaan ini mungkin membuat ruangan terasa lebih sejuk. Akan tetapi, pernahkah terpikir bagaimana kondisi udara yang kita hirup jika berjam-jam berada di ruangan tertutup? Apakah menyalakan AC sepanjang hari bisa memengaruhi kualitas udara di dalam rumah?
AC bisa menyaring polutan, tetapi tidak semuanya
Pertanyaan ini turut dibahas dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Physics: Conference Series. Penelitian tersebut mengkaji pengaruh penggunaan AC terhadap kualitas udara di rumah-rumah di Inggris.
Studi ini menggunakan pemodelan komputer untuk memperkirakan paparan polutan di dalam rumah. Peneliti membandingkan 14 skenario penggunaan ventilasi alami, AC, serta kombinasi keduanya dengan tingkat efektivitas filter yang berbeda.
Salah satu polutan yang dikaji adalah PM2.5, yakni partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini masuk jauh ke saluran pernapasan ketika terhirup.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penggunaan AC dapat mengurangi paparan PM2.5 hingga 4,5 persen dibandingkan ventilasi alami ketika filter memiliki efisiensi penyaringan sebesar 30 persen. Sebaliknya, ketika efisiensi filter hanya 10 persen, paparan PM2.5 justru dapat meningkat hingga 5,8 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa AC tidak otomatis membuat udara di dalam rumah lebih bersih. Kemampuan filter untuk menangkap partikel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara.
Ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, yakni pertukaran udara. AC tipe split yang banyak digunakan di rumah umumnya mendinginkan dan mengalirkan kembali udara dari dalam ruangan. Artinya, proses pendinginan tersebut tidak selalu disertai masuknya udara segar dari luar.
Jika ruangan terus tertutup, polutan yang dihasilkan dari aktivitas penghuni bisa bertahan lebih lama di dalam rumah. Filter AC pun tidak dirancang untuk menghilangkan semua jenis polutan.
Mengapa pertukaran udara penting bagi kesehatan?
Ketika berada di ruangan tertutup dalam waktu lama, kita mungkin tidak menyadari bahwa udara di dalamnya terus dipengaruhi oleh berbagai aktivitas. Memasak, misalnya, dapat menghasilkan partikel, sementara sejumlah produk rumah tangga bisa melepaskan zat tertentu ke udara.
Jika udara tidak berganti dengan cukup baik, sebagian polutan tersebut berpotensi menumpuk. Di sinilah ventilasi berperan, yakni membantu pertukaran udara di dalam rumah dengan udara dari luar.
Mengutip jurnal Indoor Environments, enam dari tujuh kelompok gejala yang diteliti memperlihatkan kecenderungan lebih sedikit masalah kesehatan ketika tingkat pertukaran udara lebih tinggi. Kelompok gejala tersebut mencakup asma, masalah kulit, gangguan pada selaput lendir, infeksi, gangguan pernapasan, serta gejala umum lainnya.
Dalam konteks penggunaan AC di rumah, penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya memperhatikan pertukaran udara, bukan hanya menjaga suhu ruangan tetap dingin.
Jadi ruangan yang nyaman belum tentu memiliki pertukaran udara yang memadai. Sebaliknya, membuka jendela juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik jika udara di luar sedang tercemar. Kondisi lingkungan, sumber polutan, dan sistem ventilasi rumah perlu dipertimbangkan bersama-sama.
Jadi, bolehkah AC menyala seharian?
Pengaruh AC terhadap kualitas udara bergantung pada sejumlah faktor, termasuk efektivitas filter, sumber polutan, dan pertukaran udara.
AC tetap dapat membantu menjaga kenyamanan dan menyaring sebagian partikel. Namun, fungsi tersebut tidak serta-merta menggantikan ventilasi yang membantu memasukkan udara segar dan mengurangi penumpukan polutan tertentu di dalam ruangan.
Karena itu, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan jika rumah lebih sering menggunakan AC. Berikut di antaranya:
1. Rawat filter AC secara rutin. Bersihkan filter sesuai petunjuk produsen agar kinerjanya tetap optimal. Perlu diingat, filter standar tidak dapat menyaring semua jenis polutan.
2. Kurangi sumber polutan. Gunakan ventilasi atau penyedot udara saat memasak untuk membantu mengurangi partikel yang dihasilkan.
3. Pastikan pertukaran udara memadai. Buka jendela saat kualitas udara luar baik agar udara segar masuk ke rumah. Jika udara luar tercemar, sesuaikan waktu dan cara ventilasi