Dikira Asam Lambung, Ibu Hamil di AS Ternyata Idap Kanker Usus Besar
Seorang ibu di AS menceritakan keluhan asam lambung yang dialaminya saat hamil. Rupanya keluhan itu merupakan gejala kanker usus besar.
Geraldine Levano (31) awalnya tidak terlalu mencemaskan kondisi asam lambung selama hamil putra keduanya. Namun kondisinya memburuk di titik ia sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya.
Sebagai asisten medis, ia sempat bertanya pada rekan sejawatnya soal keluhan asam lambung itu.
"Tentu saja mereka bilang...itu wajar karena sedang hamil, tidak ada masalah," kata Levano seperti dikutip dari Today.
Jawaban serupa ia temukan saat cek ke rumah sakit. Petugas medis meyakinkan bahwa rasa sakit yang dialaminya wajar selama kehamilan.
Konsumsi obat-obatan pun tidak mampu meredakan sensasi seperti terbakar yang menyakitkan itu. Selain itu, Levano juga merasakan sensasi seperti ada yang tersangkut di perutnya.
Levano pun bertahan hingga awal April 2022 atau dua minggu setelah persalinan, ia merasakan benjolan yang menyakitkan di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Pun keluhan asam lambungnya masih berlanjut.
Rasa sakit semakin parah. Levano mengenang dirinya tidak sanggup berjalan apalagi menggendong bayi. Pemeriksaan USG dilakukan dan menunjukkan hasil mengejutkan.
"Anda mengidap kanker. Kami hanya perlu mencari tahu di mana letaknya," kenang Levano.
Usai CT scan, kanker berada di usus besar dengan ukuran 8 cm dan hampir menyumbat usus besarnya. Kanker juga menekan lambung Levano sehingga itu menjelaskan kenapa ia mengeluhkan refluks asam lambung.
"Massa itu sebenarnya mendorong lambung dari arah belakang. Makanan yang ia konsumsi tidak tercerna dengan baik, sehingga asam lambung naik kembali ke atas," jelas Amit Agarwal, seorang profesor dan ahli bedah kolorektal sekaligus dokter yang menangani Levano.
Ketika dicek kembali, sebenarnya ada beberapa gejala yang mengarah ke kanker usus besar dan tidak digubris Levano. ia sempat mengalami penurunan berat badan yang dikira akibat mual. Selain itu sembelit dan anemia yang sering dianggap sebagai dampak kehamilan.
Levano pun menjalani terapi penanganan kanker termasuk kemoterapi lalu imunoterapi. Baru pada Agustus 2023, ia membunyikan lonceng tanda masa pengobatan kanker berakhir.
"Saya tidak akan pernah mempertanyakan kehendak Tuhan, dan saya sangat bersyukur masih bisa berada di sini," tuturnya.
(els)