Viral, Kakek 101 Tahun di China Minum Soda tapi Tetap Bugar
Seorang kakek berusia 101 tahun di Provinsi Zhejiang, China, menjadi perbincangan di media sosial setempat karena tubuhnya tetap sehat meski gemar mengonsumsi minuman bersoda.
Namanya Lu Shizeng. Sudah memiliki cicit, ia menjalani hari-harinya dengan tetap menikmati makanan favorit dan mempertahankan jadwal tidur teratur.
Kebiasaan kakek ini malah berseberangan dengan tren hidup sehat yang digandrungi anak muda China.
Anak muda lebih memilih makanan yang terinspirasi pengobatan tradisional, menjalankan diet rendah gula, hingga rutin merendam kaki agar bisa hidup sehat. Sebaliknya, Lu tetap terlihat bugar meski menyukai Coca-Cola dan Sprite.
Asupan makanan tetap diperhatikan
Seperti diberitakan South China Morning Post, meski gemar minum minuman bersoda, kakek 101 tahun ini tetap sangat memperhatikan menu makanannya. Setiap lima hari sekali, ia pergi ke pasar di kota dari tempat tinggalnya di desa untuk beli ikan, udang, kepiting, daging babi, serta sayuran.
Hingga tahun lalu, Lu masih mengendarai kendaraan roda tiga sendiri menuju kota. Namun, setelah terjatuh, gerakannya jadi lebih lambat. Keluarganya pun kemudian melarang Lu kembali mengendarai kendaraan tersebut demi keselamatannya.
Lu mengaku sebagian besar tabungannya dihabiskan untuk membeli makanan. Adapun dua putranya, satu tinggal di Beijing dan satu lagi mengelola pabrik di dekat tempat tinggalnya, mempekerjakan seorang pengasuh untuk membantu merawatnya.
Menurut pengasuh, Lu memang memiliki selera makan yang baik. Dalam sekali makan, ia mampu menghabiskan setengah mangkuk nasi dan sepiring penuh kepiting. Ia juga rutin menyediakan stok minuman bersoda di rumah.
Salah satu minuman kesukaan Lu, yakni Sprite dingin yang dicampur beberapa tetes anggur putih. Selain minuman manis, Lu juga gemar makan buah-buahan, seperti semangka, pir, dan jeruk mandarin.
Punya rutinitas harian yang teratur
Di balik kebiasaan makannya, Lu menjalani rutinitas harian yang teratur. Ia selesai makan malam sekitar pukul 17.00, kemudian beristirahat dan biasanya tertidur sekitar pukul 20.00.
Lu bangun dini hari sekitar pukul 04.00, tetapi tidak langsung meninggalkan tempat tidur. Ia menghabiskan dua jam untuk meregangkan tubuh dengan santai sebelum benar-benar bangun pukul 06.00. Tengah hari, ia juga menyempatkan diri untuk tidur siang.
Kakek centenarian ini pun bangga dengan kondisi kesehatannya saat ini. Ia mengatakan dirinya jarang terkena flu dan memiliki tekanan darah yang relatif rendah.
"Beberapa lansia mungkin terkena stroke setelah jatuh, tetapi saya baik-baik saja. Saya juga masih ingat banyak hal dari masa muda saya," ucap Lu.
Lu juga merasa puas dengan tunjangan lansia yang diterimanya. Di Zhejiang, warga berusia 100 tahun ke atas memperoleh 800 yuan (sekitar Rp2,1 juta) per bulan. Adapun kelompok usia 90 hingga 99 tahun menerima 100 yuan (Rp270 ribu) per bulan.
(rti)