Studi Temukan Obat Obesitas Bisa Turunkan Jumlah Lemak di Hati

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Baru-baru ini, studi menemukan ada obat obesitas yang bisa menurunkan kadar lemak di hati. (Foto: iStock/sorrapong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Obat obesitas Wegovy menunjukkan potensi dalam menurunkan kadar lemak hati. Dalam sebuah analisis penelitian, 23 dari 26 peserta dengan obesitas yang memiliki kadar lemak hati berlebih pada awal penelitian tercatat mengalami penurunan hingga di bawah ambang 5 persen setelah 72 minggu menggunakan semaglutide.

Temuan tersebut setara dengan 88,5 persen atau hampir sembilan dari 10 peserta dalam kelompok yang dianalisis. Meski menjanjikan, hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena berasal dari kelompok kecil dan bukan merupakan tujuan utama penelitian.

Dikutip dari Medical Daily, temuan tersebut berasal dari analisis tambahan studi STEP UP yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2026 di Milan, Italia. Semaglutide merupakan zat aktif dalam Wegovy, obat yang dikembangkan oleh Novo Nordisk untuk membantu pengelolaan berat badan. Dalam analisis ini, peneliti mengevaluasi perubahan kadar lemak hati pada orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes.

Pengukuran dilakukan terhadap 55 peserta dalam subkelompok studi STEP UP. Dari jumlah tersebut, 26 orang diketahui memiliki kadar lemak hati di atas 5 persen pada awal penelitian. Peneliti menggunakan metode magnetic resonance imaging-proton density fat fraction (MRI-PDFF), yakni teknik pencitraan yang dapat memperkirakan kandungan lemak di hati tanpa perlu mengambil sampel jaringan.

Pada peserta yang menerima semaglutide, rata-rata kadar lemak hati turun dari 8,8 persen pada awal penelitian menjadi 3,1 persen setelah 72 minggu. Angka tersebut merupakan hasil gabungan peserta yang menggunakan dosis 7,2 miligram dan 2,4 miligram. Namun, penurunan yang terlihat dalam kelompok tersebut belum cukup untuk memastikan besarnya manfaat obat terhadap kesehatan hati secara keseluruhan.

Laporan Medical Daily menyebut analisis tersebut bersifat post hoc dan eksploratif. Artinya, peneliti melakukan penelaahan tambahan terhadap data yang telah dikumpulkan, bukan mengevaluasi hasil yang sejak awal ditetapkan sebagai tujuan utama atau sekunder penelitian. Ada sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan sebelum temuan ini ditafsirkan sebagai bukti manfaat Wegovy terhadap kesehatan hati.

Pertama, jumlah peserta yang menjalani pengukuran lemak hati relatif kecil. Dari 55 peserta yang diperiksa, hanya 26 orang yang memiliki kadar lemak hati berlebih pada awal penelitian dan menjadi kelompok yang mendasari temuan 23 dari 26 peserta tersebut.

Dengan jumlah sampel yang terbatas, hasilnya belum tentu mencerminkan respons orang dengan obesitas secara umum, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan atau karakteristik berbeda.

Kedua, hasil 23 dari 26 peserta tidak dirinci berdasarkan masing-masing dosis semaglutide. Laporan yang tersedia juga tidak menyajikan hasil pengukuran lemak hati pada kelompok plasebo sebagai pembanding.

Karena itu, penurunan kadar lemak hati yang diamati tidak dapat langsung dianggap sepenuhnya disebabkan oleh obat. Diperlukan data pembanding dan penelitian lanjutan untuk menilai hubungan tersebut secara lebih meyakinkan.

Lemak hati turun bukan berarti penyakit hati sembuh

Hal lain yang perlu dipahami adalah perbedaan antara penurunan kadar lemak hati dan perbaikan penyakit hati. Kadar lemak hati yang berkurang tidak otomatis berarti peradangan telah menghilang atau kerusakan jaringan hati telah pulih. Kedua hal tersebut merupakan aspek berbeda yang perlu dinilai untuk mengetahui kondisi kesehatan hati secara menyeluruh.

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan penumpukan lemak hati adalah metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH). Kondisi ini ditandai oleh penumpukan lemak, peradangan, dan kerusakan sel hati. Pada sebagian pasien, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi jaringan parut atau sirosis.

Analisis STEP UP tidak secara khusus mengevaluasi pemulihan peradangan maupun jaringan parut pada pasien MASH. Dengan demikian, hasil penurunan kadar lemak hati dalam penelitian ini tidak dapat disamakan dengan bukti bahwa Wegovy mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Penilaian manfaat suatu pengobatan terhadap penyakit hati membutuhkan bukti yang lebih luas, termasuk penelitian yang secara khusus mengukur perubahan peradangan, kerusakan jaringan, dan perkembangan penyakit dalam jangka panjang.

Apa artinya bagi pengelolaan obesitas?

Temuan STEP UP menambah informasi mengenai kemungkinan manfaat semaglutide terhadap kadar lemak hati pada orang dewasa dengan obesitas. Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berkaitan dengan perbaikan kondisi hati dan manfaat kesehatan jangka panjang.

Kesehatan hati juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kesehatan metabolik, terutama pada orang dengan obesitas atau diabetes tipe 2. Pemeriksaan dan penanganan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi setiap pasien melalui konsultasi dengan tenaga medis.

Hasil penelitian ini bukan alasan untuk memulai penggunaan Wegovy atau mengubah dosis obat secara mandiri. Penggunaan obat obesitas perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, indikasi, manfaat, serta risiko efek samping pada masing-masing pasien.

Dengan demikian, penurunan kadar lemak hati pada hampir sembilan dari 10 peserta dalam kelompok kecil tersebut merupakan temuan yang menarik, tetapi belum menjadi bukti bahwa Wegovy dapat menyembuhkan penyakit hati. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan dampaknya terhadap fungsi hati, perkembangan penyakit, dan kesehatan pasien secara keseluruhan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK