Anak Mengalami Bullying, Ini yang Mereka Butuhkan dari Orang Tua

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Bagi anak yang mengalami bullying, kejadian perundungan bukan sekadar persoalan dengan teman sebaya. (iStock/Thai Liang Lim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi anak yang mengalami bullying, kejadian perundungan bukan sekadar persoalan dengan teman sebaya. Pengalaman itu juga bisa memengaruhi rasa percaya diri, hubungan sosial, hingga kenyamanan mereka saat harus kembali ke sekolah.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua ketika mengetahui anaknya mengalami bullying dan apa yang sebenarnya dibutuhkan anak setelah mengalami perundungan?

Jangan buru-buru memberi solusi, dengarkan dulu cerita anak

Ketika anak akhirnya berani bercerita, orang tua mungkin ingin segera mengetahui siapa pelakunya, apa penyebabnya, dan sudah berapa lama kejadian itu berlangsung.

Informasi tersebut memang penting untuk menangani perundungan. Namun, pada percakapan pertama, orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan pengalamannya tanpa merasa sedang diinterogasi.

UNICEF Indonesia menyarankan orang tua untuk mendengarkan secara terbuka dan tenang. Fokus awalnya bukan mencari penyebab perundungan atau langsung menyelesaikan masalah, melainkan memastikan anak merasa didengar dan didukung.

Orang tua bisa memulai dengan pertanyaan sederhana, seperti apa yang terjadi, bagaimana perasaan anak, dan apakah ia khawatir kejadian itu akan terulang.

Hindari pertanyaan yang terkesan menyalahkan, misalnya mempertanyakan mengapa anak tidak melawan atau apa yang telah dilakukannya hingga menjadi sasaran perundungan. Respons ini berisiko membuat anak merasa dirinya ikut bertanggung jawab atas perlakuan yang diterimanya.

Yakinkan anak bahwa ia tidak bersalah

Setelah mendengarkan cerita anak, langkah berikutnya adalah memberikan dukungan emosional yang jelas. Anak perlu mengetahui bahwa orang tua mempercayainya, menghargai keberaniannya untuk bercerita, dan tidak menganggap pengalaman tersebut sebagai kesalahannya.

UNICEF menyarankan orang tua untuk menyampaikan bahwa mereka akan berusaha membantu anak mendapatkan pertolongan. Hal ini penting karena anak yang mengalami bullying bisa merasa malu, takut, atau khawatir keadaan akan semakin buruk jika orang lain mengetahuinya.

Sebagian anak juga mungkin memilih diam karena takut dianggap lemah atau tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Alih-alih langsung memberi nasihat panjang, orang tua bisa mengatakan bahwa mereka percaya pada cerita anak dan akan menghadapi situasi tersebut bersama-sama.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya..

Anak Mengalami Bullying, Ini yang Mereka Butuhkan dari Orang Tua


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :

TOPIK TERKAIT