Cuaca Panas Bikin Kita Lebih Mudah Marah, Emang Iya?

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 19:45 WIB
Ilustrasi. Sejumlah penelitian memang menunjukkan, paparan panas ekstrem berkaitan dengan perubahan kondisi psikologis. (iStock/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuaca panas terkadang bikin hal-hal kecil terasa lebih menyebalkan. Baru keluar rumah sebentar sudah gerah, perjalanan terasa lebih melelahkan, dan antrean yang biasanya biasa saja mendadak bikin kesal.

Situasi seperti ini mungkin terasa akrab, terutama ketika suhu udara sedang tinggi. Lantas, benarkah cuaca panas bisa membuat seseorang lebih mudah marah?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suhu tinggi dan paparan panas ekstrem berkaitan dengan perubahan kondisi psikologis, termasuk rasa tidak nyaman, frustrasi, dan mudah tersinggung. Meski begitu, bukan berarti setiap orang pasti menjadi lebih pemarah ketika cuaca panas.

Untuk memahaminya, ada beberapa aspek psikologis yang perlu diperhatikan.

1. Rasa tidak nyaman bisa memicu frustrasi

Ketika suhu udara tinggi, tubuh perlu menyesuaikan diri untuk mempertahankan suhu internal. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa gerah, tidak nyaman, dan lebih cepat lelah.

Dalam situasi tersebut, aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kesabaran, seperti menghadapi kemacetan atau mengantre, bisa terasa lebih menguras energi.

Studi dalam jurnal Biological Psychology membahas kaitan suhu dengan emosi dan perilaku manusia, termasuk iritabilitas atau kecenderungan mudah tersinggung.

Rasa kesal ketika kepanasan bukan hal yang mustahil. Akan tetapi, respons setiap orang dapat berbeda, bergantung pada kondisi tubuh, lingkungan, dan situasi yang sedang dihadapi.

2. Panas ekstrem bisa membuat seseorang merasa kewalahan

Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Climate Change and Health, sejumlah partisipan melaporkan merasa lebih frustrasi, kewalahan, murung, mudah tersinggung, bahkan marah ketika mengalami panas ekstrem. Partisipan juga mengaitkan pengalaman tersebut dengan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan perasaan lebih sulit mengendalikan emosi.

3. Mengelola emosi bisa terasa lebih sulit ketika lelah

Ketika tubuh merasa tidak nyaman dan seseorang mengalami kelelahan, menghadapi tekanan sehari-hari bisa terasa lebih berat. Misalnya, seseorang yang sudah lelah setelah bekerja mungkin merasa semakin frustrasi ketika harus menunggu kendaraan di tengah udara panas. Hal kecil yang biasanya bisa diabaikan pun berpotensi terasa lebih mengganggu.

Kelelahan serta kesulitan berkonsentrasi dapat menyertai pengalaman menghadapi panas ekstrem. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari penjelasan mengapa sebagian orang merasa lebih sulit menghadapi stres ketika kepanasan.

Perlu diingat, dua orang yang berada di lingkungan dengan suhu serupa belum tentu merasakan tingkat ketidaknyamanan yang sama. Respons emosional mereka pun dapat berbeda.

Selain itu, rasa marah tidak selalu muncul karena cuaca. Beban pekerjaan, kurang tidur, masalah pribadi, dan tekanan lain juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang.

Karena itu, cuaca panas lebih tepat dipahami sebagai salah satu faktor yang mungkin berkaitan dengan perubahan emosi, bukan penyebab tunggal seseorang menjadi pemarah.

(anm/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK