Bos Hotel Sarankan Tamu Memotret Kondisi Kamar Hotel Sebelum Check-out
Jangan terburu-buru saat mau check out dari hotel. Potret dulu kondisi kamar hotel sebelum check-out untuk menghindari tagihan tambahan akibat dugaan kerusakan serta memastikan tidak ada barang pribadi yang tertinggal.
Kebiasaan sederhana ini hanya membutuhkan beberapa detik. Tapi, bisa membantu wisatawan jika terjadi masalah setelah meninggalkan hotel.
Dilansir dari Travel + Leisure, pemilik hotel sekaligus mitra pengelola Gateway Private Equity Group, Michael Stohler mengatakan bahwa mengambil foto kamar dapat menjadi langkah pencegahan yang bermanfaat.
"Tidak ada salahnya memotret kamar, selama foto tersebut dilengkapi tanggal dan waktu," kata Stohler.
Kasus kerusakan kamar yang cukup parah hingga membuat tamu dikenai biaya tambahan sebenarnya terbilang jarang. Petugas kebersihan hotel biasanya memiliki daftar pemeriksaan untuk mendokumentasikan kondisi kamar sebelum tamu berikutnya melakukan check-in.
Selain memotret kamar, Stohler menyarankan wisatawan mengisi survei yang biasanya diberikan hotel pada awal masa menginap. Survei tersebut dapat digunakan untuk melaporkan kerusakan yang sudah ada sebelumnya, barang minibar yang hilang, atau tanda-tanda bekas merokok.
Hotel tempatnya beroperasi, lanjut Stohler, memiliki notifikasi yang muncul di ponsel tamu sekitar 20 menit setelah check-in untuk menanyakan proses kedatangan dan kondisi kamar.
"Jika mereka mengatakan kamar dalam kondisi baik atau tidak membalas notifikasi tersebut, lalu kami menemukan kerusakan yang signifikan, akan sulit bagi tamu untuk menyanggahnya," ujarnya.
Pentingnya memotret kamar juga disampaikan seorang pramugari American Airlines yang tidak disebutkan namanya. Menurutnya, dokumentasi tersebut bisa membantu wisatawan menghadapi tuduhan yang tidak benar terkait kondisi kamar.
"Ini mungkin terlihat berlebihan, tetapi tindakan sederhana ini bisa menjadi pembeda antara meninggalkan hotel dengan perasaan senang dan pulang dengan kesal karena tuduhan yang tidak benar," kata pramugari tersebut.
Foto kamar juga dapat membantu wisatawan mendokumentasikan indikasi pencurian atau perubahan pada barang pribadi. Pramugari dari maskapai Alaska Airlines tersebut mengaku terbiasa memotret kamar untuk memastikan barang pribadinya tetap di posisi.
Ia pernah kehilangan syal mahal yang disimpan di dalam koper dan baru menyadarinya setelah tiba di rumah. Menurutnya, foto yang diambil sebelumnya dapat membantu mengingat kondisi barang dan menjadi bahan dokumentasi jika masalah diketahui saat masih berada di hotel.
Selain untuk mengantisipasi masalah, memotret kamar juga memiliki manfaat praktis. Seorang mantan pramugari United Airlines mengaku beberapa kali lupa nomor kamar, terutama setelah menjalani perjalanan yang melelahkan.
"Kadang-kadang sampul kartu kunci hotel terlepas atau hilang. Foto pintu kamar membantu saya menghindari rasa malu karena harus bertanya kepada petugas resepsionis di kamar mana saya ditempatkan," ungkapnya.
(dsd/asr)