Jejak Soekarno di Uzbekistan, Ada Soekarno Hall di Makam Imam Bukhari

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 14:00 WIB
Menelusuri jejak Soekarno di Uzbekistan. (Aisyah Nurina - DetikTravel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Samarkand, Uzbekistan menjadi salah satu destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejarah dan budaya Islam di Asia Tengah. Selain dikenal sebagai kota bersejarah di Jalur Sutra, Samarkand juga menyimpan sebuah tempat yang memiliki ikatan khusus dengan Indonesia, yakni Kompleks Makam Imam Bukhari.

Kompleks pemakaman tersebut bukan hanya menjadi tujuan ziarah bagi umat Islam dari berbagai negara, tetapi juga menyimpan cerita tentang hubungan diplomatik Indonesia dan Uni Soviet pada masa lalu. Salah satu tokoh yang memiliki peran dalam sejarah tempat ini adalah Presiden pertama RI, Soekarno.

Jejak hubungan tersebut kini bisa ditelusuri melalui Soekarno Hall, ruang memorial yang berada di kawasan Kompleks Makam Imam Bukhari. Kehadiran ruang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan.

Soekarno Hall diresmikan pada 4 September 2026 oleh Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBSRC) selaku pengelola kompleks makam. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan 70 tahun kunjungan kenegaraan pertama Presiden Soekarno ke Uzbekistan pada 1956.

Ruang memorial yang dirancang menyerupai museum mini itu menyimpan berbagai dokumentasi sejarah perjalanan Bung Karno ke Uzbekistan. Koleksinya meliputi foto-foto langka, memoar, catatan tangan, hingga arsip digital dari era Uni Soviet.

Dokumentasi tersebut juga merekam dukungan Bung Karno terhadap pemugaran kawasan bersejarah Makam Imam Bukhari. Hal ini menjadi bagian penting dari cerita hubungan Indonesia dan Uzbekistan yang terjalin sejak puluhan tahun lalu.

Pengalaman Berkunjung ke Area Eksklusif Soekarno Hall

Daya tarik Kompleks Makam Imam Bukhari rupanya tidak hanya terletak pada nilai sejarah dan arsitekturnya. Bagi wisatawan Indonesia, berkunjung ke tempat ini juga menawarkan pengalaman tersendiri karena adanya hubungan historis dengan Bung Karno.

Pengalaman tersebut dirasakan rombongan wisatawan Indonesia yang berkunjung bersama FAO Tour. Berawal dari perbincangan antara pemimpin rombongan atau tour leader dengan salah satu relasi lokal di kompleks tersebut, mereka berkesempatan mengakses area privat Soekarno Hall.

Area ini disebut sebagai zona eksklusif yang biasanya diperuntukkan bagi tamu-tamu kenegaraan. Akses tersebut memberikan kesempatan kepada rombongan yang berjumlah 30 orang untuk melihat lebih dekat dokumentasi sejarah hubungan Indonesia-Uzbekistan.

Kehangatan sambutan warga lokal juga menjadi pengalaman yang membekas. Ketika mengetahui rombongan tersebut berasal dari Indonesia, warga dan otoritas setempat menyambut mereka dengan ramah.

Kedekatan historis kedua negara membuat wisatawan Indonesia tidak sekadar diperlakukan sebagai pengunjung dari luar negeri. Mereka juga disambut dengan keramahan yang mencerminkan bagaimana masyarakat setempat masih mengingat peran Soekarno dalam sejarah pemugaran kompleks tersebut.

Selain menelusuri jejak sejarah Bung Karno, wisatawan juga bisa menikmati suasana Kompleks Makam Imam Bukhari yang memiliki karakter arsitektur tersendiri.

Berbeda dari sejumlah monumen bersejarah di Asia Tengah yang identik dengan bangunan megah dan ornamen rumit, area pusara inti kompleks ini justru tampil relatif sederhana.

Makam Imam Bukhari ditandai dengan gundukan tanah dan batu nisan. Kesederhanaan tersebut menghadirkan suasana tenang dan khidmat bagi para peziarah maupun wisatawan yang datang untuk mengenal lebih dekat sosok perawi hadis tersebut.

Nuansa klasik budaya Islam Asia Tengah juga terasa di kawasan ini. Perpaduan nilai sejarah, religi, dan arsitektur membuat kompleks makam tersebut menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi saat menjelajahi Samarkand.

Setelah mengunjungi area makam, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan mengenal sejarah hubungan Indonesia dan Uzbekistan melalui koleksi di Soekarno Hall.

Bagi wisatawan Indonesia, melihat nama dan dokumentasi Presiden Soekarno diabadikan di kawasan bersejarah Asia Tengah tentu memberikan pengalaman berbeda. Perjalanan wisata yang semula berorientasi pada eksplorasi budaya dan sejarah dunia sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang jejak diplomasi Indonesia di luar negeri.

Salah satu wisatawan Indonesia yang ikut dalam rombongan FAO Tour, Baim (31), mengaku tidak menyangka akan mendapatkan pengalaman tersebut.

"Jujur, awalnya saya mengikuti open trip bersama FAO Tour ini karena ingin mengeksplorasi destinasi wisata dan rute alternatif di luar Eropa Barat. Namun, bisa berkunjung langsung ke Kompleks Makam Imam Bukhari dan melihat Soekarno Hall secara langsung sungguh pengalaman yang tiada duanya," ujar Baim mengutip Detik Travel.

Keberadaan Soekarno Hall menambah alasan bagi wisatawan Indonesia untuk memasukkan Samarkand dalam daftar perjalanan. Sebab, di balik bangunan bersejarah dan destinasi religi, kota ini juga menyimpan cerita tentang hubungan dua negara yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.

(tis/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK