Gaji Naik, Kepribadian Ikut Berubah? Ini Kata Penelitian
Kenaikan gaji tentu menjadi kabar menyenangkan bagi para pekerja. Selain saldo rekening bertambah, ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari memenuhi kebutuhan, menabung, hingga menikmati hasil kerja keras.
Namun, pernahkah terpikir bahwa kenaikan gaji ternyata juga bisa berkaitan dengan perubahan kepribadian seseorang?
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin mencoba melihat hubungan antara pengalaman kerja, perubahan penghasilan, dan perkembangan kepribadian seseorang.
Gaji naik, kepribadian ikut berubah?
Untuk melihat perubahan tersebut, peneliti menggunakan konsep kepribadian Big Five. Sederhananya, konsep ini membagi kepribadian manusia ke dalam lima dimensi utama, yaitu:
1. Conscientiousness: karakter yang ditandai dengan kedisiplinan, ketekunan, keteraturan, dan rasa tanggung jawab.
2. Emotional stability: kemampuan untuk tetap tenang dan tidak mudah panik ketika menghadapi masalah atau tekanan.
3. Agreeableness: karakter yang ramah, mudah bekerja sama, memiliki empati, dan peduli terhadap orang lain.
4. Extraversion: kecenderungan untuk senang bersosialisasi, aktif, mudah bergaul, dan menikmati interaksi dengan orang lain.
5. Openness to experience: karakter yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, kreatif, serta senang mencoba hal-hal baru.
Peneliti mengumpulkan data dari 11 penelitian jangka panjang yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Australia. Secara keseluruhan, penelitian tersebut mencakup hingga 134.515 pekerja dewasa yang diamati selama empat hingga 20 tahun.
Melalui data tersebut, peneliti dapat mengamati perubahan penghasilan dan kepribadian orang yang sama dari waktu ke waktu. Artinya, penelitian ini tidak sekadar membandingkan orang berpenghasilan tinggi dengan mereka yang memiliki penghasilan lebih rendah.
Hasilnya, kenaikan penghasilan berkaitan dengan perubahan pada empat dari lima dimensi kepribadian Big Five. Orang yang mengalami peningkatan penghasilan cenderung menjadi lebih disiplin dan lebih stabil secara emosional atau tenang ketika menghadapi tekanan. Sebaliknya, mereka menunjukkan sedikit penurunan dalam hal keramahan dan kecenderungan untuk bersosialisasi.
Kenapa gaji naik bisa mengubah karakter?
Peneliti menjelaskan hubungan tersebut melalui konsep socialization effect. Istilah ini merujuk pada proses ketika pengalaman dan lingkungan sekitar ikut membentuk cara seseorang berpikir, bersikap, dan bertindak.
Misalnya, seseorang mendapatkan promosi jabatan dan harus mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Ia mungkin dituntut untuk mengatur pekerjaan dengan lebih rapi, mengambil keputusan penting, serta menghadapi tekanan yang sebelumnya jarang ditemui.
Awalnya, berbagai kebiasaan tersebut mungkin dilakukan semata-mata karena tuntutan pekerjaan. Namun, jika terus berlangsung, seseorang bisa terbiasa bersikap lebih disiplin dan tenang, bahkan di luar lingkungan kerja.
Hal serupa juga bisa terjadi dalam kehidupan sosial. Ketika tanggung jawab pekerjaan bertambah, seseorang mungkin lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengejar target dan menyelesaikan tugas.
Akibatnya, waktu untuk mengobrol atau berkumpul dengan orang lain bisa berkurang. Peneliti menduga kondisi ini turut menjelaskan mengapa kenaikan penghasilan berkaitan dengan sedikit penurunan dalam keramahan dan kecenderungan bersosialisasi.
Kepribadian juga bisa memengaruhi penghasilan
Hubungan antara gaji dan kepribadian ternyata tidak hanya berjalan satu arah. Karakter seseorang juga berkaitan dengan potensi perubahan penghasilan pada tahun-tahun berikutnya. Penelitian ini menemukan tiga hal menarik terkait hubungan tersebut:
1. Semakin disiplin, penghasilan cenderung meningkat.
Orang yang semakin teratur, tekun, dan bertanggung jawab cenderung mengalami peningkatan penghasilan pada periode berikutnya. Karakter seperti ini diduga membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan dan menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik.
2. Semakin stabil secara emosional, penghasilan juga cenderung meningkat.
Orang yang lebih mampu mengendalikan emosi dan menghadapi tekanan juga memiliki kecenderungan mengalami peningkatan pendapatan.
3. Semakin ekstrovert, penghasilan justru sedikit menurun.
Temuan ini cukup menarik karena orang yang mudah bergaul sering dianggap memiliki keuntungan dalam dunia kerja.Namun, peneliti menjelaskan bahwa pengaruh ekstroversi bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis pekerjaan yang dijalani. Kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi tentu bermanfaat bagi pekerjaan yang mengharuskan seseorang bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.
Meski menemukan hubungan antara kenaikan gaji dan perubahan karakter, peneliti mengingatkan bahwa perubahan tersebut sebenarnya tidak terlalu besar. Kenaikan gaji bukan berarti seseorang langsung berubah menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Perubahan kepribadian yang ditemukan cenderung kecil dan berlangsung secara bertahap.
Dengan demikian, kenaikan gaji mungkin bukan sekadar soal bertambahnya angka di rekening. Pengalaman dan tanggung jawab yang menyertai pekerjaan juga dapat ikut membentuk cara seseorang bersikap, menghadapi masalah, hingga menjalin hubungan dengan orang lain.
(tis/tis)