Body Shaming, Dokter Jiwa Sebut Banyak Tangani Pasien Obesitas

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 12:00 WIB
Beban mental pasien obesitas
Ilustrasi. Pasien obesitas kerap menemukan hambatan dalam proses pemulihan dan penurunan berat badan akibat beban mental yang dialami. Tak jarang dokter gizi merujuk pasien obesitas ke dokter spesialis kesehatan jiwa. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyintas obesitas tak jarang harus menghadapi beban ganda. Ada stigma sosial soal obesitas sekaligus body shaming. Seorang dokter spesialis kesehatan jiwa bercerita ia banyak mendapat pasien obesitas.

Tak hanya menanggung penyakit, pasien obesitas rupanya juga menanggung beban mental. Dokter spesialis kesehatan jiwa Putri Nugraheni bercerita dirinya banyak mendapat pasien obesitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang obesitas kan biasanya datangnya ke SpGK, ke Gizi Klinik tapi saya sudah mulai dapat lumayan banyak rujukan dari dokter Gizi Klinik ke psikiater untuk membantu proses dari obesitas menjadi sehat kembali," ungkap Putri seperti dilaporkan detikHealth.

Obesitas masih dilihat sebagai dampak seseorang kurang disiplin terhadap asupan. Pun ada pula yang masih melihatnya sebagai masalah penampilan fisik.

Padahal obesitas tergolong penyakit kronis akibat asupan kalori lebih besar daripada kalori yang dibakar. Disebut penyakit kronis sebab penyakit bisa berlangsung lama dengan gejala awal yang kerap tidak disadari tapi terus berkembang seiring waktu.

Perjalanan pasien obesitas menuju pulih memang tidak mudah. Pasien tidak bisa menurunkan berat badan dengan diet biasa.

Di tengah proses ini, mereka pun harus berhadapan dengan stigma sosial dan body shaming atau perundungan fisik. Hal ini pun membuat proses penurunan berat badan terhambat.

Komentar-komentar seputar berat atau bentuk badan mungkin terdengar biasa buat sebagian orang. Namun itu berdampak besar terhadap orang dengan obesitas.

Putri menjelaskan ketahanan mental setiap orang dalam merespons komentar negatif itu berbeda.

Dia berkata banyak pasien datang dengan keluhan fisik tapi ternyata ada masalah kesehatan mental tersembunyi yang harus diselesaikan dulu. Pasien obesitas bisa mengalami stres kronis, kecemasan, sampai trauma akibat stigma sosial.

Dia pun menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara dokter gizi dan psikiater.

(els)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA