Fase I Piala Eropa: Tim Unggulan Terserang Demam Panggung

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 15/06/2016 11:31 WIB
Dari beberapa tim nasional yang datang ke Piala Eropa dengan status unggulan, hanya Jerman yang mengantongi kemenangan meyakinkan. Olivier Giroud membawa Perancis menang 2-1 atas Rumania di pertandingan pertama Piala Eropa 2016. (REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demam panggung menyerang tim-tim unggulan di laga perdana fase grup Piala Eropa 2016.

Beberapa tim nasional ternama tercatat meraih kemenangan dengan susah payah. Namun, banyak juga di antara mereka yang hanya meraih hasil imbang, bahkan menelan kekalahan.

Kegugupan terlihat nyata sejak laga pertama Piala Eropa tahun ini dimulai, 10 Juni lalu. Kala itu, tuan rumah Perancis dihadapkan dengan tim yang bisa dianggap semenjana, Rumania.


Bermain di hadapan 75 ribu lebih pendukungnya, Perancis jelas lebih diunggulkan dalam pertandingan tersebut. Dominasi dan hujan gol diharap tercipta dari kaki Paul Pogba dan kawan-kawan.

Namun siapa sangka, Perancis justru mendapat perlawanan hebat dari tim besutan Anghel Iordanescu. Les Bleus hanya mampu mengakhiri laga dengan keunggulan satu gol, dengan skor 2-1.

Gol yang membawa kemenangan bagi Pogba dan kawan-kawan pun tercipta di menit ke-89 lewat kaki Dimitri Payet. Jika bola kala itu tak bersarang di gawang Ciprian Tătăruşanu, maka tuan rumah harus menanggung malu karena hanya mampu bermain seri di kandangnya sendiri.

Kejutan pun berlanjut di laga perdana Grup B Piala Eropa 2016 yang mempertemukan Inggris dan Russia.

Datang dengan segudang pemain muda penuh talenta, Inggris mengantongi status lebih diunggulkan di mata para penggemar sepakbola. Apalagi, The Three Lions datang ke kota Marseille berbekal catatan manis berupa hasil sempurna di fase kualifikasi: merebut 10 kemenangan beruntun.

Segala keunggulan dimiliki Inggris di atas kertas. Namun, di hadapan Russia tim asuhan Roy Hodgson itu melemah. Wayne Rooney dkk pun harus berbagi angka dengan Russia, setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di laga tersebut.

Berbeda dari Perancis yang sukses memanfaatkan momentum di pengujung laga, Inggris justru terempas di akhir-akhir. Keunggulan dari tendangan bebas Eric Dier tak berbuah tiga poin setelah kapten Russia, Vasili Berezutski, menyamakan kedudukan di menit penghujung laga.

Dua hari berselang pasca pertandingan Inggris melawan Russia, kejutan kembali muncul dari lapangan tim-tim unggulan PIala Eropa 2016. Kali ini, giliran Spanyol dan Belgia yang merebut perhatian para suporter.

Melakoni laga perdana Grup D di Stadion de Toulouse, Toulouse, Spanyol harus puas meraih kemenangan hanya dengan selisih satu gol melawan Republik Ceko. Padahal, dalam pertandingan tersebut Sergio Ramos dan kawan-kawan sangat mendominasi pertandingan dengan menguasai 67 persen penguasaan bola di lapangan.

Gol semata wayang Tim Matador juga baru tercipta di menit ke-87, kala Gerard Pique berhasil menyambut umpan lambung dari Andres Iniesta dengan kepalanya.

Kemenangan dramatis Spanyol gagal ditiru Belgia yang melawan Italia, enam jam paska-pertandingan Grup D berakhir.

Kala itu Belgia menghadapi Italia dengan status favorit, karena pemain mereka marak berasal dari klub-klub besar di Eropa, dan memiliki kemampuan individu yang dianggap mengungguli Italia. Belgia juga duduk di peringkat dua FIFA.

Pertandingan Belgia melawan Italia pun berjalan atraktif dan dimainkan dalam tempo tinggi. Namun, status tim terbaik dalam laga tersebut berhasil diraih Italia yang membungkam Belgia dengan skor 2-0.

Kedua gol Gli Azzuri lahir dari kaki Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle. Mereka adalah dua pemain yang selama ini banyak diragukan dapat tampil sempurna untuk timnas-nya.

Eden Hazard dan kawan-kawan kemudian gagal menciptakan satu pun gol, walau terus menekan pertahanan Italia hingga peluit panjang berbunyi.

Usai laga tersebut, Portugal melengkapi deretan kegagalan tim unggulan meraih sukses di laga perdana Piala Eropa tahun ini.

Kala menyambut kedatangan Islandia di laga perdana Piala Eropa bagi negara-pulau tersebut, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berbaik hati dengan memberi satu poin untuk kesebelasan itu.

Portugal hanya bisa meraih hasil imbang saat melawan tim besutan pelatih Heimir Hallgrímsson dan Lars Lagerbäck. Sempat unggul lebih dahulu dan juga menguasai bola hingga 66 persen waktu, satu kelengahan di babak kedua membuat Portugal harus menelan hasil imbang 1-1.

Dari rentetan hasil pertandingan tersebut, praktis hanya timnas Jerman yang dapat dikatakan meraih hasil maksimal. Der Panser sukses menaklukan Ukraina dengan skor 2-0 saat melakoni laga perdana Grup C, 12 Juni lalu. (vws)