Keperkasaan Halldorsson, Sang Kiper yang Juga Sutradara

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 28/06/2016 07:57 WIB
Kiper Islandia Hannes Thor Halldorsson menilai kemenangan kesebelasannya atas Inggris di babak 16 besar sebagai hal yang luar biasa dan epik. Kiper Islandia Hannes Thor Halldorsson (kiri) berhasil mengamankan peluang yang dimiliki gelandang timnas Inggris Dele Alli. (REUTERS/Eric Gaillard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum bertanding melawan Inggris, Hannes Thor Halldorsson memiliki statistik kiper paling memukau dalam fase grup Piala Eropa.

Seperti dikutip dari situs resmi UEFA, pemain berusia 32 tahun itu mengemas 19 kali upaya penyelamatan gawangnya dari kebobolan pada fase grup.

Nyatanya, Halldorsson tak sepenuhnya penjaga gawang profesional seperti Joe Hart--yang jadi lawannya di babak 16 besar, atau kiper terhebat Italia saat ini Gianluigi Buffon.


Sebelum laga melawan Inggris di Nice, Halldorsson yang kini berusia 32 tahun mengatakan kariernya sebagai pesepak bola profesional tidak berjalan mulus. Akibatnya, Halldorsson mengambil pekerjaan lain sebagai sutradara film.

"Karier saya tidak berkembang seperti halnya setiap pesepak bola dunia - selama sembilan tahun pekerjaan utama saya adalah membuat fim - namun itulah identitas dari timnas Islandia. Kami memiliki cerita yang berbeda; kami adalah kumpulan orang yang berbeda," tukas Halldorsson seperti dikutip dari Four Four Two.

Salah satu karya terbaiknya di bidang film adalah klip video Islandia dalam ajang kontes lagu Eropa, Eurovision Song Contest di Baku, Azerbaijan, pada 2012 silam. Video itu mendapatkan apresiasi luar biasa meski lagunya hanya finis di urutan ke-20.

Kini, setelah berhasil mengalahkan Inggris, Halldorsson mungkin akan membuat kisah dari aksi heroik ia dan rekan-rekan satu timnya. Islandia menyingkirkan Inggris di babak 16 besar dengan skor 2-1.

Apalagi kemenangan atas Inggris, diakui Halldorsson telah membuat mata dunia melirik kepada kesebelasannya.
"[Pelatih] Heimir [Hallgrimson] mengatakan sebelum pertandingan bahwa kemenangan atas Inggris akan mengubah kehidupan semua orang," kata Halldorsson seperti dikutip dari situs UEFA.

"Kami akan lihat apa yang terjadi sekarang, tetapi [kemenangan] ini sangat besar. Saya antusias untuk melihat apa yang terjadi di internet sekarang, melihat reaksi atas Islandia, dan mungkin Inggris, dan dunia. Ini adalah cerita besar olahraga, sangat besar."

Dalam laga melawan Inggris, Islandia memang lebih bertahan terutama setelah gol kedua tercipta. Seperti dilansir dari Sport Radar, penguasaan bola Islandia sepanjang pertandingan hanya 37 persen.

Namun, kesebelasan Islandia lebih efektif dalam melakukan serangan dan menciptakan peluang. Islandia tercatat memiliki peluang hingga delapan kali, lima di antaranya on target.

Sementara Inggris menciptakan 14 peluang, dan hanya enam yang on target. Salah satu upaya terbaik Inggris diciptakan Harry Kane pada menit ke-28.

Kane menyambut umpan silang dari Daniel Sturridge dengan sepakan volley. Namun, Halldorsson berhasil menepisnya. Pria yang memiliki debut timnas Islandia pada 2011 silam itu pun berhasil menjinakkan tembakan Danny Rose dari sudut sempit kurang dari dua menit setelah peluang Kane.

Pada babak kedua, gelombang serangan Inggris lebih deras lagi ke gawang Islandia.

Jika pada babak pertama hanya 26 persen serangan mematikan dari 43 persen upaya menyerang, pada babak kedua Inggris memiliki 29 persen serangan mematikan dari 39 persen serangan. Pada babak kedua ini Halldorsson boleh berterima kasih kepada rekan-rekannya yang bertahan dengan baik.

Salah satunya yang dilakuakn Sigurdsson pada menit ke-70. Pencetak gol pertama Islandia itu melakukan tekel gemilang untuk mencegah Jamie Vardy berhadapan satu lawan satu dengan Halldorsson.

"Sulit untuk dijelaskan. Saya tak bisa menjelaskan momen ini. Ini epik, dan tak bisa dipercaya. Ini adalah hal yang lebih dari perasaan senang yang normal," tukas Halldorsson menjawab pertanyaan saluran media resmi UEFA di mixed zone.

[Gambas:Sportradar]

(kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK