Buku Biografi

Happy Salma Siapkan Biografi Perajin Perak

Yohannie Linggasari, Christina Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 21/10/2014 19:01 WIB
Happy Salma Siapkan Biografi Perajin Perak Happy Salma saat membacakan sebuah puisi. (dok. Happy Salma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat tahun absen meluncurkan buku, kini, aktris, Happy Salma kembali sibuk menggarap buku. Berbeda dengan tiga buku sebelumnya yang bernuansa cerpen, kali ini Happy ia menuliskan biografi perajin perak asal Bali, Desak Nyoman Suarti.

Buku berjudul Warrior Daughter, ini rencananya akan diluncurkan pada pertengahan tahun depan.
"Baru diluncurkan tahun depan karena saya menunggu momen yang pas," kata Happy saat diwawancarai CNN Indonesia lewat telepon, Selasa (21/10).

Proses penulisan buku ini memakan waktu 1,5 tahun. Demi totalitas, Happy melakukan berbagai riset dan wawancara langsung dengan Suarti. Saat ini, proses penulisan bukunya telah selesai, namun masih harus menjalani tahap pengecekan.


Dalam buku ini, Happy menceritakan perjalanan hidup Suarti sejak jadi penari hingga pebisnis perhiasan perak yang sukses. Lika-liku perjuangan Suarti dan kecintaannya terhadap kerajinan perak juga diceritakannya. “Ia juga memperjuangkan motif-motif perhiasan Indonesia untuk bisa segera dipatenkan," ujar Happy.

Bukan hanya menceritakan kisah hidup sang pengrajin perak, perempuan asli Sukabumi ini juga memasukkan pula ratusan informasi tentang motif-motif perhiasan perak asli Nusantara. Proses mengategorian motif-motif inilah yang juga memerlukan waktu cukup lama. Namun, ia dibantu oleh teman-temannya.

"Buku ini bukan hanya menjelaskan siapa itu Suarti, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa Indonesia kaya dengan motif-motif perhiasan yang jumlahnya tak terkira," katanya.

Buku setebal 300 halaman ini merupakan buku koleksi yang dicetak berwarna. Buku ini akan didistribusikan lewat toko buku dan daring.

Dalam penerbitan bukunya, Happy menggandeng penerbit buku di Amerika Serikat sehingga memungkinkan bukunya didistribusikan juga di negara tersebut.

Inspirasi buku

Perkenalan dengan Suarti dimulai ketika Happy membangun bisnis di bidang perhiasan yang diberi nama Tulola. Dalam menjalankan bisnisnya, Happy dibantu oleh Sri Luce Rusna, yang tak lain adalah putri Suarti.

Sosok Suarti sebagai perempuan yang tangguh dan penuh talenta membuat Happy terkesima. Suarti bukan hanya terkenal sebagai perajin perak yang sukses, tetapi juga pelukis, pemain gamelan, desainer, dan penari.

"Ia merupakan contoh perempuan Indonesia yang tangguh, dan punya isu besar soal pelestarian motif-motif perhiasan asli Indonesia," katanya lagi.

Kelestarian motif perhiasan perak sekarang ini, kata Happy, menjadi satu keprihatinan tersendiri untuk dirinya dan Suarti. "Motif perhiasan saja jumlahnya bisa mencapai ribuan. Sayangnya, justru orang asing yang mematenkannya," ujar aktris peraih penghargaan pemeran pendukung terbaik dalam Festival Film Bandung pada 2008 ini.

Sebagai bentuk pelestarian motif perhiasan, Suarti juga hendak membuka museum perak untuk memamerkan koleksinya. "Sebuah perhiasan yang ia buat bisa memakan waktu enam bulan dan seringkali ia tak berniat menjualnya," kata Happy yang aktif menulis sejak 2006 ini.

Cerita Suarti dan kecintaannya pada dunia perhiasan jugalah yang kini membuatnya makin bersemangat mempelajari motif-motif perhiasan Nusantara secara otodidak. "Karena menekuni bidang perhiasan jugalah saya sekarang jadi tertarik belajar motif-motif perhiasan," katanya lagi.