KONSER MUSIK

Dream Theater Sukses 'Menggempur' Jakarta

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Senin, 27/10/2014 10:37 WIB
Dream Theater Sukses 'Menggempur' Jakarta Konser Dream Theater ( CNN Indonesia / Antara / Andhika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tampil selama tiga jam penuh, konser Dream Theater Minggu (26/10) malam benar-benar eksklusif dan memanjakan telinga para penggemar band asal Amerika tersebut. Sepanjang konser, para personil Dream Theater membuktikan kualitas dan skill tinggi yang tak pernah surut meski kini mereka tak lagi muda.

Memasuki area konser, penonton disambut dengan alunan musik elektronik bernuansa gelap serta visulisasi bertemakan luar angkasa dari layar besar yang ada di panggung.

Tepat pukul 20.00, Dream Theater menghentak dengan lagu pertamanya The Enemy Inside. Ribuan penonton yang sudah memadati lapangan D, Senayan sontak berteriak menyambut idola mereka.


Tampil seragam mengenakan kaos hitam nan simpel, di babak yang pertama ini Dream Theater membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka yang dirilis tahun lalu.

Pada lagu kedua, The Shaterred Fortress, Jordan Ruddess membuat penonton berdecak kagum lewat aksi solo kala memainkan kibord.

Di sela-sela permainan, vokalis James LaBrie menyempatkan diri menyapa penonton. "Kita akan membuat malam ini menjadi malam yang sangat memorable. Mari kita buat malam ini fantastis," ucap James dari atas panggung.

Seakan tak ingin kalah sang penabuh drum, Mike Mangini, juga menyumbang penampilan solo di lagu bernuansa epik, Enigma Machine.

Usai memainkan sekitar 8 lagu selama 1 jam lebih, babak pertama dari konser Dream Theater diakhiri. Penonton pun diberi kesempatan untuk rehat sejenak.

Selama jeda 15 menit ini, pada layar besar yang ada di panggung ditampilkan video sebagai teman istirahat. Video ini cukup mengundang gelak tawa penonton, apalagi ketika klip iklan action figure para personil Dream Theater ditawarkan.

Di babak kedua, Dream Theater secara khusus membawakan lagu-lagu dari album Awake (1994). James LaBrie menjelaskan bahwa ini sekaligus sebagai peringatan atas album itu yang telah mencapai usia ke-20 tahun.

Enam lagu dari album ini dimainkan, antara lain Lifting Shadows of A Dream, Space-Dye Vest juga lagu berdurasi cukup panjang, Illumination Theory yang tampil sebagai penutup di babak kedua. Meski berdurasi cukup panjang namun terasa tidak membosankan.

Tak berhenti disitu, di babak ketiga, Dream Theater menghajar panggung dengan encore lagu-lagu hits yang diambil dari album Metropolis part II: Scenes From A Memory (1999) seperti Overture 1928 yang dimedley dengan Strange de Javu, lagu instrumental The Dance of Eternity. Finally Free dibawakan sebagai lagu pamungkas pada konser malam ini.

Total ada sekitar 18 lagu yang dibawakan Dream Theater pada penampilan keduanya di Indonesia ini. Penampilan James LaBrie, John Petrucci, John Myung, Jordan Ruddes, dan Mike Mangini mau tak mau harus mendapat acungan dua jempol. Sepanjang konser berlangsung, tempo lagu serta power vokal maupun drum terjaga begitu konstan hingga penghujung acara.

Di akhir penampilan, James LaBrie yang tampak mengenakan bendera merah putih di tubuhnya bersama seluruh personil Dream Theater memberikan salam perpisahan kepada semua penonton yang hadir.

Konser di Indonesia kali ini merupakan bagian dari rangkaian tur dunia Dream Theater yang bertajuk Along for The Ride. Sebelum tampil di Indonesia, Dream Theater juga menggelar konser di berbagai negara di dunia seperti Jerman, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat. Terakhir mereka tampil Seoul, Korea Selatan pada 24 Oktober lalu. Setelah Indonesia, para maestro musik progresif ini akan kembali melanjutkan tur ke Benua Australia.