FILM JAMES BOND
Lea Seydoux Anggap Aneh Penampilan Sendiri
CNN Indonesia
Kamis, 13 Nov 2014 11:12 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain aksi yang menegangkan yang ditunggu penonton dari film James Bond adalah kehadiran perempuan-perempuan cantik yang disebut Bond’s Girl. Untuk film terbaru sang agen 007 yang diberi judul Bond 24, produser film dikabarkan sudah memilih Lea Seydoux menjadi pemeran utama wanita.
Namun tersiar kabar juga bahwa ada kemungkinan Penelope Cruz juga akan bermain di film itu. Ada pula kabar yang menyebut Lea dan Penelope sama-sama akan mendampingi James Bond dalam kerangka cerita cinta segitiga.
Tak seperti Penelope yang lumayan dikenal Lea Seydoux tadinya lebih dikenal sebagai model. Wajah cantik Lea adalah paduan keturunan berbagai bangsa, Perancis, Jerman, Venezuela dan Spanyol.
(Baca juga : James Bond Dilarang Mesra dengan Pria)
Lea Seydoux lahir di Paris, 1 Juli 1985 dengan nama yang lumayan panjang : Lea Helene Seydoux Fornier de Clausonne. Perempuan dengan tinggi badan 168 centimeter itu lahir dari pasangan pebisnis, Valerie dan Henri Seydoux.
Selama karirnya, Lea banyak bekerja sama dengan sejumlah sutradara besar seperti Ridley Scott dalam film Robin Hood, Woody Allen dalam Midnight in Paris dan Brad Bird dalam Mission Impossible - Ghost Protocol.
Lea memang pemilih saat menerima film. “Saya bermain film untuk sutradara. Di samping hal-hal lain, saya memilih film karena bakat sang sutradara. Cerita dan aktor pendukung memang penting, tapi untukku, segala sesuatu tentang film adalah soal sutradara,” kata Lea seperti dikutip laman imdb. Tahun 2009 Lea sudah dinominasikan untuk César Award untuk kategori aktris paling menjanjikan dari film The Beautiful Person.
(Lihat juga: Nolan Tolak Estafet 007 dari Mendes)
Dari film Blue is the Warmest Colour, Seydoux, rekannya Adele Exarchopoulos dan sutradara Abdellatif Kechiche dianugrahi penghargaan bergengsi Palme d'Or. Sepanjang sejarah cuma tiga perempuan sempat meraih penghargaan ini, selain Lea dan Adele ada Jane Campion perempuan pertama yang meraih Palme d’Or.
Meski sudah sering jadi model untuk merek fesyen ternama seperti Prada, muncul di layar lebar, tak membuat Lea merasa nyaman saat berhadapan dengan publik. Bahkan juga saat harus menonton film yang dibintanginya. “Saat menonton filmku atau membaca wawancara tentangku, saya selalu punya perasaan yang aneh. Saya sulit untuk dipahami orang,” katanya.
Namun tersiar kabar juga bahwa ada kemungkinan Penelope Cruz juga akan bermain di film itu. Ada pula kabar yang menyebut Lea dan Penelope sama-sama akan mendampingi James Bond dalam kerangka cerita cinta segitiga.
Tak seperti Penelope yang lumayan dikenal Lea Seydoux tadinya lebih dikenal sebagai model. Wajah cantik Lea adalah paduan keturunan berbagai bangsa, Perancis, Jerman, Venezuela dan Spanyol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lea Seydoux lahir di Paris, 1 Juli 1985 dengan nama yang lumayan panjang : Lea Helene Seydoux Fornier de Clausonne. Perempuan dengan tinggi badan 168 centimeter itu lahir dari pasangan pebisnis, Valerie dan Henri Seydoux.
Lea memang pemilih saat menerima film. “Saya bermain film untuk sutradara. Di samping hal-hal lain, saya memilih film karena bakat sang sutradara. Cerita dan aktor pendukung memang penting, tapi untukku, segala sesuatu tentang film adalah soal sutradara,” kata Lea seperti dikutip laman imdb. Tahun 2009 Lea sudah dinominasikan untuk César Award untuk kategori aktris paling menjanjikan dari film The Beautiful Person.
(Lihat juga: Nolan Tolak Estafet 007 dari Mendes)
Dari film Blue is the Warmest Colour, Seydoux, rekannya Adele Exarchopoulos dan sutradara Abdellatif Kechiche dianugrahi penghargaan bergengsi Palme d'Or. Sepanjang sejarah cuma tiga perempuan sempat meraih penghargaan ini, selain Lea dan Adele ada Jane Campion perempuan pertama yang meraih Palme d’Or.
Meski sudah sering jadi model untuk merek fesyen ternama seperti Prada, muncul di layar lebar, tak membuat Lea merasa nyaman saat berhadapan dengan publik. Bahkan juga saat harus menonton film yang dibintanginya. “Saat menonton filmku atau membaca wawancara tentangku, saya selalu punya perasaan yang aneh. Saya sulit untuk dipahami orang,” katanya.