Tolkien sendiri merupakan seorang ahli bahasa. Spesialisasinya adalah bahasa Inggris klasik. Namun, ia juga menguasai bahasa Finlandia serta Welsh. Menciptakan bahasa baru merupakan salah satu hobinya. Di usia belasan, ia sudah menciptakan bahasa Animalic dan Nevbosh.
Tolkien juga membuat bahasa Sindarin dan Quenya, yang beribu pada bahasa Elvish dalam The Lord of the Rings. Selain itu, ia pun menciptakan bahasa Khuzdul yang diucapkan para kurcaci, bahasa Valarin, dan Black Speech.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika terserah dia, dia akan menulis seluruh bukunya dalam bahasa Elvish. Penemuan bahasa adalah fondasinya. Cerita dibuat untuk memberi dunia pada bahasa, bukan kebalikannya. Bagi saya, nama muncul pertama, baru kemudian cerita mengikuti. Tapi tentu saja, The Lord of the Rings telah disunting dan banyak bahasa yang dibuang, sesuai selera pembaca," kata Philip Norman, seorang penulis pada New York Times.