"In a hole in the ground, there lived a hobbit," demikian kalimat pertama yang ditulisnya, menurut The Tolkien Society yang dikutip Huffington Post. Dorongan menulis itu datang setelah Tolkien membiarkan kerta ujiannya kosong melompong. Tak ada jawaban yang ia tuliskan ke dalamnya. Ia justru mengarang.
Tolkien sendiri sebenarnya tak yakin dengan apa yang dilakukannya. Namun, ide soal Hobbit berulang kali mengganggu pikirannya. Ia lantas memutuskan menggali lebih dalam karakter Hobbit yang diciptakannya dan mengerjakan sebuah karya besar yang dikenal sepanjang masa, daripada menuntaskan ujian. Bisa dipastikan, nilainya untuk ujian kali itu benar-benar buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rsa/vga)