Film Indonesia

Film Indonesia Bergelimang Prestasi Dunia

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 05/01/2015 19:05 WIB
Film Indonesia Bergelimang Prestasi Dunia Dua film Nia Dinata, Berbagi Suami dan Ca-Bau-Kan dihujani penghargaan internasional (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan pernah rendah diri dengan film Indonesia. Sejatinya, kita punya banyak sineas berbakat yang sanggup menghasilkan film-film berskala internasional. Tak sedikit bahkan yang memenangkan berbagai penghargaan dunia.

CNN Indonesia memilih beberapa film yang pernah mencapai apresiasi dunia perfilman global.

1. Berbagi Suami (2006)


Film karya sutradara Nia Dinata ini rilis pada 2006. Berkisah mengenai tiga wanita bernama Salma (Jajang C Noer), Siti (Shanty), dan Ming (Dominique). Ketiganya hidup dalam nasib sama: poligami. Film ini dibagi tiga segmen yang mewakili masing-masing cerita wanita.

Berbagi Suami pernah dikirim ke ajang Academy Award ke-79 untuk kategori Film Bahasa Asing Terbaik, namun gagal meraih nominasi. Meski belum masuk nominasi, Berbagi Suami memenangkan Golden Orchid Award sebagai Film Bahasa Asing Terbaik dalam Hawaii Film Festival 2007.

2. Opera Jawa (2006)

Film musikal ini adalah kolaborasi antara Indonesia dan Austria. Opera Jawa mengangkat tema kehidupan sepasang suami-istri, Siti (Artika Sari Devi) dan Setio (Martinus Miroto) di sebuah desa kecil. Keduanya menjalankan kehidupan penuh konflik dan berpatok pada kisah Ramayana. Film ini disutradarai Garin Nugroho.

Opera Jawa secara unik menggabungkan unsur seni drama, tari, budaya tradisional, dan keindahan panorama Indonesia. Film ini masuk dalam nominasi Venice International Film Festival 2006, London Film Festival 2006, dan Toronto International Film Festival 2006.

Film ini memenangkan Best Composer untuk Rahayu Supanggah pada Asian Film Awards, dan nominasi film terbaik di ajang yang sama. Selain itu, Opera Jawa juga memenangkan Silver Screen Award untuk film terbaik pada Singapore International Film Festival sekitar tahun 2007.

3. The Raid (2011)

Versi perdana dari serial The Raid ini menjadi percincangan heboh di Indonesia setelah menjadi box office di luar negeri. Film ini rilis perdana di Toronto International Film Festival dan mendapatkan banyak kesan positif dari pengamat film. Kemudian, Sony Pictures bersedia mendistribusikan film ini.

The Raid disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Pierre Gruno, serta Ray Sahetapy.

The Raid meraih lebih dari US$ 220 ribu atau Rp 2,7 miliar di 24 teater terpilih AS dan Kanada, kemudian meluas lagi dan meraih lebih dari US$ 961 ribu atau Rp 12,1 miliar.

Di Inggris, The Raid meraup lebih dari US$ 660 ribu atau Rp 8,3 miliar di pekan pembukaan. Secara keseluruhan, The Raid meraih lebih dari US$ 4 juta atau Rp 50,5 miliar di Amerika Utara dan US$ 9,1 juta atau hampiar Rp 115 miliar secara global.

Enam penghargaan internasional diraih oleh The Raid: Toronto International Film Festival, Jameson Dublin International Film Festival, Imagine Film Festival, Indiana Film Journalist Association, dan Festival Mauvais Genre Perancis.

4. Pasir Berbisik (2001)

Pasir Berbisik adalah film karya Nan Triveni Achnas dan dibintangi oleh Christine Hakim serta Dian Sastrowardoyo. Film ini mengisahkan pelarian seorang ibu dan anaknya dari kekerasan politik.

Pasir Berbisik memenangkan serangkaian penghargaan di Asia Pacific Film Festival 2001, Deauville Asian Film Festival 2002, Singapore International Film Festival 2002, Seattle International Film Festival 2002, dan Brisbane International Film Festival 2002.

5. Ca-Bau-Kan (2002)

Ca-Bau-Kan merupakan film karya Nia Dinata dan menceritakan kisah budaya Tionghoa peranakan pada era Hindia Belanda. Film ini diperankan oleh Ferry Salim, Lola Amaria, Robby Tumewu, dan Alex Komang. Film ini masuk jajaran film yang dirilis di Palm Springs International Film Festival.

6. Maryam (2014)

Maryam berhasil memenangkan Best Short Film di Venice International Film Festival ke-71 di Venesia, Italia tahun lalu. Disutradarai oleh Sidi Saleh, Maryam mengalahkan enam nominator lainnya dari berbagai negara di dunia.

Maryam menceritakan kisah seorang pembantu muslim yang tengah hamil dan menemani majikannya yang Katolik untuk merayakan Natal di Jakarta. Film ini juga dinominasikan di Ozu Film Festival di Italia.

(rsa/rsa)