FILM ACADEMY AWARDS
Film Fiksi Ilmiah yang Gagal Memikat Juri Oscar
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2015 17:55 WIB
Kisah tentang manusia canggih yang kemudian melambungkan nama Keanu Reeves ini menjadi hits dari 1999 dan masih hingga kini. The Matrix menceritakan tentang simulasi manusia yang disebut Matrix guna mengendalikan populasi umat manusia.
Manusia Matrix ini memiliki kecanggihan dengan menggunakan panas tubuhnya dan aktivitas listrik sebagai sumber energi. Programer komputer Neo menemukan sebuah kebenaran yang membuatnya memberontak melawan mesin.
Film Matrix ini terkenal dengan adegan yang khas, bullet time. Adegan berupa gerakan menghindari peluru secara gerak lambat dengan sudut pandang kamera bergerak dengan kecepatan normal.
Film ini merupakan contoh dari genre fiksi ilmiah cyberfunk. Matrix bukan hanya berisi mengenai aksi pemberontakan, tetapi juga ide filosofis dan agamis.
Dalam Academy Awards ke-72, the Matrix memperoleh kemenangan dalam Best Adapted Screenplay, Best Sound Effects Editing, Best Sound, Best Film Editing, dan Best Visual Effects. Sedangkan untuk kategori Best Picture, dimenangkan oleh film drama American Beauty.
(vga/vga)
Manusia Matrix ini memiliki kecanggihan dengan menggunakan panas tubuhnya dan aktivitas listrik sebagai sumber energi. Programer komputer Neo menemukan sebuah kebenaran yang membuatnya memberontak melawan mesin.
Film Matrix ini terkenal dengan adegan yang khas, bullet time. Adegan berupa gerakan menghindari peluru secara gerak lambat dengan sudut pandang kamera bergerak dengan kecepatan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Academy Awards ke-72, the Matrix memperoleh kemenangan dalam Best Adapted Screenplay, Best Sound Effects Editing, Best Sound, Best Film Editing, dan Best Visual Effects. Sedangkan untuk kategori Best Picture, dimenangkan oleh film drama American Beauty.
(vga/vga)