Gara-gara 'Sesali' Jokowi, Situs Pandji Pragiwaksono Macet

Rahmi Suci Ramadhani, CNN Indonesia | Kamis, 29/01/2015 18:05 WIB
Gara-gara 'Sesali' Jokowi, Situs Pandji Pragiwaksono Macet Ilustrasi Pandji Pragiwaksono (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sikap Presiden Joko Widodo yang tidak banyak bicara dan cenderung diam di tengah memanasnya intrik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pekan lalu, mendapat perhatian banyak pihak.

Salah satu selebriti yang memberikan tanggapan atas kasus ini adalah comic (pelaku stand up comedy) Pandji Pragiwaksono. Pandji menulis catatan di blog pribadinya tertanggal Sabtu (24/1) lalu yang berjudul Menyesal Memilih Jokowi. Judul yang langsung menggemparkan.

(Baca juga: Bentuk 'Penyesalan' Selebriti Memilih Jokowi)


Yang membuat heboh, Pandji dikenal sebagai selebriti yang sangat mendukung Jokowi saat pemilihan presiden. Itu membuat artis dan masyarakat umum penasaran membaca tulisannya. Sampai-sampai, jumlah kunjungan ke situs pribadinya melonjak drastis hari itu juga.

"Yang pasti media jadi makin tertarik untuk membicarakan itu. Tapi blog itu gila! Traffic website saya naik 3500 kali lipat karena tulisan itu," kata Pandji saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/1).

Dia memaparkan, grafik pengunjung meningkat sangat tajam sehingga situs pribadinya mengalami gangguan. Sebab, kapasitas server-nya masih juga tidak memadai meski sudah dinaikkan.

"Untungnya ada beberapa media lain yang memasukkan tulisan itu di situs mereka, jadi orang masih bisa tetap baca. Kelihatannya tulisan itu keluar di masa yang tepat, ketika orang cari pegangan," kata ayah dua anak itu bangga, seraya tertawa singkat.

Terkait dengan kasus pemilihan Kapolri yang kemudian merembet ke pusaran masalah antara KPK dan Polri, Pandji menyebut, apapun keputusan Jokowi kelak yang terpenting adalah rakyat terus memberikan dukungan pada pemimpinnya.

Dia mengatakan, rakyat seringkali lalai untuk sadar bahwa siapa pun pemimpinnya, baik bagus ataupun buruk kinerjanya, tugas mereka adalah selalu menjaganya. Rakyat harus memastikan bahwa apapun yang keputusan yang diambil tidak membawa Indonesia ke arah yang lebih buruk.

"Harus kita akui, kita memilih pemimpin karena dia layak. Kalau dia layak, sebetulnya dia tidak butuh tanya sama kita. Jadi, irelevan sebetulnya keputusan Jokowi baik atau buruk. Kuncinya rakyat tetap menjaga," tutur Pandji.

(rsa/utw)