logo CNN Indonesia

Cuitan Joko Anwar Bikin Pejabat Kebakaran Jenggot

, CNN Indonesia
Cuitan Joko Anwar Bikin Pejabat Kebakaran Jenggot
Jakarta, CNN Indonesia -- “Saya mau share tentang keanehan penggunaan dana Kementerian Pariwisata untuk partisipasi Indonesia di Berlin Film Festival,” Joko Anwar memulai kicauan via akun Twitter-nya, hari ini (2/2).

Tentu saja, sutradara Janji Joni ini tidak asal berkicau. Ia juga menayangkan beberapa lembar dokumen negara, namun tidak ia sebutkan dari mana berasal.

Dokumen tersebut antara lain berisikan nama-nama delegasi Indonesia di perhelatan film tersebut, yang membuat Joko sengit, “Kagak ada yang pernah denger namanya, Cuy!”

Dalam pengamatan Joko, dari tahun ke tahun, kegiatan ke luar negeri untuk film selalu dimanfaatkan oleh pejabat yang tidak ada hubungannya dengan perfilman.

Tahun ini, menurutnya, ada beberapa sineas dan aktor Indonesia masuk seleksi Berlin Film Festival serta Berlinale Talent Campus. Secara terang-terangan Joko menyebut sejumlah nama.

Namun disayangkan, “Sekjen Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara lewat surat berikut malah membiayai orang-orang yang bisa dipertanyakan,” ia mencuitkan seraya menayangkan foto dokumen.

Ia menyakini, ada banyak nama sineas dan aktor berprestasi yang memiliki urgensi lebih tinggi untuk diberangkatkan ke Berlin ketimbang nama-nama dalam dokumen tersebut.

Pemilik akun @ddjohari membalas, “Terlambat bang, orangnya udah ngurus visa…,” sembari menayangkan laman Twitter milik salah seorang delegasi yang “tak pernah didengar namanya” oleh Joko.

Joko menyebutkan, dana yang digelontorkan pemerintah untuk memberangkatkan delegasi ke Berlin amat fantastis, Rp 2 miliar, antara lain untuk transportasi dan penyewaan booth “promosi” film Indonesia.

Ternyata, praktik semacam ini bukan pertama kali terjadi. Dokumen berikut yang ditayangkan Joko memperlihatkan nama-nama “asing” delegasi di perhelatan Cannes tahun lalu.

“Anehnya lagi, EO yang ditunjuk untuk tangani delegasi dan booth di Berlin tahun ini adalah EO sama dengan FFI tahun lalu yang hancur lebur,” alumni ITB ini mencuitkan.

Semakin lama, cuitan Joko semakin blak-blakan, “Menteri Arief Yahya harus nanya hal ini pada: Drs. Ukus Kuswara, Sekjen Kemenpar, Armein Firmansyah, Dir Pengembangan Industri Perfilman.”

Lewat cuitannya, Joko sekaligus menaruh harapan pada Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Ia tak ingin pejabat lama yang menyebabkan film mis-managed lantas menjabat lagi.

Sutradara kelahiran Medan 39 tahun lalu, ini merasa perlu berkicau panjang lebar karena praktik kotor semacam ini, yang tak hanya terjadi di ranah film, harus dihentikan.

We have to speak up!” seru pemilik akun @jokoanwar yang segera melanjutkan cuitan bernada sindirian kepada pejabat dan delegasi Berlin, “Langsung pada cuci tangan, kebakaran jenggot.”



0 Komentar
Terpopuler
CNN Video