Panggilan untuk Sineas Indonesia ke Rumah Film Indonesia

Rahmi Suci Ramadhan, CNN Indonesia | Sabtu, 31/01/2015 14:29 WIB
Panggilan untuk Sineas Indonesia ke Rumah Film Indonesia Aksi Atiqah Hasiholan di film Kebayan Pengantin memeriahkan peluncuran Rumah Film Indonesia, di Jakarta (30/1). (Detikcom Fotografer/Pool/Noel/detikFoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sineas Indonesia yang membuat film-film berkualitas namun belum mendapatkan tempat di layar lebar boleh berbahagia.

Rumah Film Indonesia yang tidak lain adalah ruang untuk pemutaran film-film independen atau film dengan genre tertentu yang "tersisihkan" baru saja resmi dibuka.

(Baca juga: Rumah Film Indonesia, Gairahkan Ranah Sinema Lokal)


Selain memutar film-film reguler atau film baru yang masih tayang (now showing), Rumah Film Indonesia nantinya akan memutar film-film spesial, misalnya film yang memenangkan festival.

Bukan hanya itu, sineas Indonesia juga dapat mendaftarkan filmnya untuk diputar di sini.

"Gratis, tidak dipungut bayaran bahkan kalau filmnya ditayangkan akan dapat uang dari bagi hasil tiket," kata Dian Sunardi, Chief Marketing Officer Blitz, bioskop yang menginisiasi lahirnya Rumah Film Indonesia saat ditemui usai peresmian, Jumat (30/1).

Menurut Dian, film siapa pun dapat diputar di Rumah Film Indonesia asalkan tidak mengandung unsur SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan). Sementara, durasi film tidak ditentukan. Apabila film terlalu pendek kemungkinan akan digabung dengan film lainnya.

"Yang mengkurasi selama ini belum ada badan khusus, masih dari tim programming kami tetapi kamu juga meminta saran dari sineas yang sudah ahli," tutur Dian.

(Baca juga: Rumah Film Indonesia Buka Pintu bagi Para Pelawan Arus)

Dian melanjutkan, "Target yang ingin dicapai adalah menggairahkan pefilman."

Oleh karena itu, pihaknya akan senang apabila sineas-sineas muda termasuk mahasiswa tertarik untuk mengirimkan karyanya. Informasi pengiriman karya dapat dilihat lebih lanjut di situs Blitz.


(utw/utw)