Cerita HIV/AIDS Menyentuh Pentas Hiburan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 04/02/2015 08:32 WIB
Cerita HIV/AIDS Menyentuh Pentas Hiburan Matthew McConaughey pernah menjadi Aktor Pemeran Utama Terbaik Oscar atas perannya sebagai pengidap AIDS di film Dallas Buyers Club (Getty Images/Frazer Harrison)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dahulu, AIDS dikenal sebagai penyakit menular nan mematikan. Itu sebabnya pengidap HIV selalu digunjingkan, dicap buruk, dan diasingkan. Meski anggapan itu masih tersisa, namun pemikiran modern mulai mendominasi. Dunia kedokteran telah memenangkan logika bahwa AIDS tidak menular hanya melalui udara. Gaya hidup buruk dan genetik yang bisa mewariskannya.

Pemikiran, kisah-kisah humanis soal AIDS pun mulai menjadi perbincangan. Alih-alih membuat jengah, kisah-kisah itu justru menyentuh dan menghadirkan persepsi yang berbeda. Cerita AIDS juga mulai merasuk ke dunia hiburan. Dunia perfilman Amerika semakin terbuka lebar menerima sisi-sisi lain pengidap penyakit yang menggerogoti imun tubuh itu.

Mengutip berbagai sumber, berikut rangkuman film-film yang pernah mementaskan cerita AIDS.


The Normal Heart (2014)

Tahun 1980-an, publik dikejutkan penyakit langka yang melemahkan manusia. Mulanya penyakit itu hanya menyerang komunitas homoseksual. Craig Donner (Jonathan Groff) yang ditemui seorang penulis homoseksual, Ned Weeks (Mark Ruffalo) di sebuah pesta, sampai meninggal dunia karena penyakit itu. Gejala awalnya hanya batuk, tapi lalu semakin parah.

Dr Emma Brookner (Julia Roberts) khawatir, hubungan seksual adalah cara penularannya. Ia menyarankan Ned agar menyosialisasikan itu kepada kelompok homoseksual. Ned mencoba, namun banyak yang tak peduli. Tahun 1982, ia menggagas Gay Men's Health Crisis (GMHC). Mereka berupaya meningkatkan kepedulian pada penyakit yang ternyata adalah AIDS itu.

Akhirnya, Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan mengumumkan AIDS sebagai penyakit berbahaya untuk pertama kalinya, 17 September 1985. Ia juga membuat AIDS menjadi prioritas.

Dallas Buyers Club (2013)

Tidak jauh dari kali pertama AIDS diumumkan oleh presiden dalam film The Normal Heart, Dallas Buyers Club berlatar tahun 1986. Film ini berpusat pada cerita Ron Woodroof (Matthew McConaughey), pria terinfeksi HIV yang divonis hidupnya tinggal 30 hari lagi. Gaya hidupnya memang bebas: ia minum alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, dan seks bebas.

Ia kini berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya dengan berburu obat-obatan. Bersama seorang waria bernama Rayon (Jared Leto), Ron mendirikan Dallas Buyers Club. Itu merupakan tempat bagi para pengidap AIDS yang bisa membayar uang bulanan untuk mendapatkan obat-obatan alternatif. Sayangnya, obat yang diklaim menyembuhkan AIDS itu ilegal.

Dua aktor film ini, McConaughey dan Leto membawa pulang Piala Oscar 2014 sebagai Aktor Pemeran Utama Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik, tentu lewat Dallas Buyers Club.

Gia (1998)

Jika Anda ingat Gia Marie Carangi, ia merupakan orang terkenal pertama yang meninggal karena virus HIV. Gia merupakan seorang model asal Philadelphia yang hijrah ke New York untuk pekerjaan. Film Gia merupakan biografi buatan HBO untuk mengenang hidupnya, yang sangat disayangkan meninggal pada usia 26 tahun karena AIDS. Angelina Jolie didapuk memerankan Gia.

Hidup Gia berubah sejak ia menjadi model ternama. Kecantikan membuat kariernya sebagai model papan atas melejit pesat. Rasa frustrasi akibat kematian agennya, Wilhelmina (Faye Dunaway) membuat Gia menjadi pecandu kokain. Masalah dengan sang ibunda, Kathleen juga membuat Gia mulai mengonsumsi heroin.

Gia berhasil menghentikan candunya. Namun, ia sudah terlanjur terinfeksi HIV. Virus itu membuat kondisi kesehatannya mengalami komplikasi dan akhirnya meninggal pada 1986.

The Cure (1995)

Film ini menampilkan kisah menyentuh persahabatan anak-anak. Erik (Brad Renfro) menjadi bahan olok-olok dalam pergaulan karena tetangga barunya, Dexter (Joseph Mazzello) mengidap AIDS. Bahkan sebelum bertemu, Erik pun telah membenci Dexter. Namun keduanya menjadi berkawan akrab saat Erik akhirnya tahu bahwa AIDS tidak menular jika hanya melalui udara.

Erik dan Dexter kian akrab. Erik bahkan mendapatkan kehangatan keluarga dari tetangga barunya itu. Namun suatu hari, kondisi Dexter memburuk. Ia terancam tak bisa lagi menemani Erik karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIDS. Tak mau melihat sahabatnya menderita, Erik mati-matian mencarikan obat. Mulai mencoba ramuan dari tumbuhan, sampai bertualang ke New Orleans untuk menemui seorang dokter yang diklaim menemukan obat AIDS.

Bagaimana pun, upaya Erik tak berhasil. Dexter tetap harus masuk rumah sakit karena kondisinya makin parah. Erik menemaninya hingga akhir.

Philadelphia (1993)

Andrew Becket (Tom Hanks) merupakan seorang pengacara ternama dari firma hukum kondang di Philadelphia. Namun, ia punya dua rahasia. Becket merupakan homoseksual yang tinggal bersama Miguel Alvarez (Antonio Banderas), dan mengidap HIV/AIDS. Ia lalu dipecat, dengan alasan menghilangkan berkas kasus.

Merasa tak bersalah, Andrew lantas menggugat firmanya ke pengadilan, dan menjadi pengacara atas dirinya sendiri. Menurutnya, alasan ia dipecat adalah penyakit yang ia derita. Tergugah oleh kisah itu, pengacara Joe Miller (Denzel Washington) pun tergugah untuk membantu. Namun saat bersaksi pada suatu hari, Andrew tiba-tiba roboh dan dilarikan ke RS.

Philadelphia menjadi film mainstream pertama tentang HIV/AIDS dan homoseksual. Film ini terinspirasi kisah Geoffrey Bowers yang menggugat secara hukum Baker & McKenzie pada 1987. Hanks membawa pulang Piala Oscar sebagai Aktor Pemeran Utama Terbaik lewat film ini.

(rsa/rsa)