Donny Alamsyah, dari Spesialis Laga Ingin Jajal Komedi

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 12:05 WIB
Donny Alamsyah, dari Spesialis Laga Ingin Jajal Komedi Donny Alamsyah saat berkunjung ke redaksi CNN Indonesia. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donny Alamsyah lagi-lagi mendapat peran karakter keras dalam film baru yang rilis hari ini (16/4), Bulan di Atas Kuburan. Film yang dibuat ulang dari karya Asrul Sani tahun 1973 itu bercerita tentang tiga pemuda Batak yang hijrah ke Jakarta.

Donny didapuk sutradara Edo WF Sitanggang memerankan Tigor. "Tigor itu putra Pangururan, kota kecil di Pulau Samosir. Dia diajak ke Jakarta karena ada peluang untuk lebih maju, kaya, dan ada pilihan memperbaiki hidup," ujar Donny bercerita pada CNN Indonesia.

Mencicipi udara Jakarta, Tigor ternyata merasa berbeda. Hidup di Ibu Kota tidak semudah dan seenak bayangannya. Ia harus berjibaku dengan persaingan dengan sesama perantau. Tigor pun "terjerumus" dalam premanisme, satu-satunya hal yang ia kuasai karena mengandalkan fisik.


"Apa lagi yang bisa dikerjakan Tugor, dia hanya bisa kerja fisik. Nyetir atau pasang badan untuk cari uang, walaupun itu bertentangan dengan nurani," ujar Donny saat berkunjung ke kantor redaksi CNN Indonesia.

Untuk mengambil adegan Tigor, tim produksi Bulan di Atas Kuburan sampai menutup terminal Kampung Melayu. Mereka memang ingin syuting di lokasi sungguhan. Tapi Donny bercerita, untungnya tidak sampai ada konflik dengan preman setempat. Ia justru belajar banyak.

"Ngobrol-ngobrol, santai. Lihat kehidupan mereka seperti apa, sambil menyerap juga. Coba masuk ke mereka, mencari kenapa mereka seperti itu," ucap Donny mengisahkan prosesnya.

Bintang The Raid itu mengakui, ini kesekian kalinya ia harus berakting keras di depan kamera. Sejak berakting dalam Merantau lalu The Raid, peran itu sepertinya identik dengan dirinya. Donny menuturkan, sebenarnya ia bukan seorang pemilih. Itu terjadi karena kebetulan.

"Bahkan untuk FTV, saya terima skenarionya enggak ada adegan berantem. Pas di lokasi tiba-tiba lho kok ada adegan berantemnya, haha," ucapnya bercerita sambil tertawa. Tapi Donny menghargai penilaian orang-orang itu.

Dengan seringnya ia diminta memerankan adegan laga, Donny menganggap orang-orang percaya padanya untuk melakukan itu. "Ini porsinya Donny," ujarnya lagi. Ia hanya bersyukur masih ada yang memercayakan karakter itu padanya.

Donny Alamsyah dalam Bulan di Atas Kuburan. (Dok. MAV Production, Sunshine Pictures dan Firebird Films)
Namun jika boleh memilih, Donny juga ingin menjajal genre lain. Ia ingin membuktikan dirinya bisa berakting bukan hanya laga. "Komedi kayaknya enak juga ya? Santai," katanya menyebutkan saat ditanya genre impian.

Tapi Donny juga sudah pernah menjajal itu. Ia ikut terlibat dalam pembuatan sekuel film Comic 8, bersama beberapa comic (pelaku stand up comedy). Donny pun merasakan, berakting komedi tidak semudah kelihatannya. Ia mengaku kurang pas, meski tak berarti gagal.

(rsa/rsa)