“Film tersebut tidak membeberkan fakta sebenarnya. Keluarga Winehouse telah melakukan upaya maksimal untuk menolong Amy dari kecanduan narkoba, namun hal ini tidak tergambar di filmnya.” Demikian isi pernyataan keluarga yang dikutip People (26/4).
Sebaliknya, film tersebut justru menyajikan penggambaran yang menyudutkan pihak keluarga Winehouse. Dikisahkan, mereka tak berbuat banyak untuk menolong Amy, hingga akhirnya sang bintang bunuh diri, pada 2011, di usia 27 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film dokumenter Amy diharapkan merefleksikan kehidupan Amy sesungguhnya. Sutradara Asif Kapadia, yang sebelumnya menggarap dokumenter Senna tentang pembalap Ayrton Senna, pun sejak awal mengatakan karyanya “benar-benar objektif” dan “didukung keluarga Winehouse.”
Sebegitu usaha Asif dkk, tak kunjung memuaskan keluarga Winehouse. Mereka menilai Asif salah kaprah dalam menyajikan kisah hidup Amy di film dokumenternya. Akibatnya fatal, mereka merasa nama besar Amy justru dirusak oleh Asif.
Asif dinilai salah kaprah karena filmnya memuat banyak kebohongan. Orang-orang yang diwawancarai atau bernarasi dalam film itu, menurut keluarga Winehouse, bukan orang-orang yang berkiprah bersama Amy di tahun-tahun terakhirnya.
Ayahanda Amy, Mitch (64), melontarkan kritiknya sebagaimana dikutip sebuah harian di Inggris, narasi film ini tidak bisa dipertanggungjawabkan dan malah mengorbankan kebenaran tentang putrinya.
“Saya muak saat menyaksikan film ini untuk pertama kali. Andai Amy masih ada, dia bakal sangat murka. Bukan begini kisah yang dia inginkan,” kata Mitch. “Ide mereka bagus. Tapi mereka tak memasukkan kebenaran di dalamnya.”
Sementara itu, juru bicara pihak film dokumenter mengatakan, sebagaimana dikutip laman People, sejak awal keluarga Winehouse sudah dilibatkan dan kisah yang dituturkan dalam film pun sesuai fakta.
“Kami menggarap film ini didukung keluarga Winehouse dan kami melakukan pendekatan objektif secara menyeluruh. Kami merekam 100 wawancara dengan orang-orang yang mengenal Amy. Hal itu direfleksikan dalam film ini.”
Mitch tetap bersikukuh film ini berisi kebohongan. Salah satunya, dikisahkan Mitch sebagai ayah yang hanya peduli karier dan harta Amy, ketimbang menolong Amy agar terbebas dari kecanduan narkoba.
Mitch menyatakan, kini, pihak keluarga Winehouse tak ingin dikaitkan dengan film dokumenter tersebut. Kenyataannya, menurut Mitch, pihak keluarga masih menjalankan Amy Winehouse Foundation, menolong kalangan muda terbebas dari kecanduan narkoba.
[Gambas:Youtube]
(vga/vga)