Swedia Menang Eurovision, Rusia Disoraki Penonton

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2015 13:00 WIB
Swedia Menang Eurovision, Rusia Disoraki Penonton Konstestan Eurovision Mans Zelmerlow dari Swedia berhasil menjuarai kontes menyanyi Eurovision 2015. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah tampil memukau dengan visual menakjubkan, Swedia, yang diwakili oleh Mans Zelmerlow, berhasil memenangkan kontes lagu paling populer di Eropa, Eurovison, untuk keenam kalinya pada Minggu (24/5) di Wina, Austria.

Zelmerlow, dengan lagu berjudul Heroes, bersaing ketat dengan A Million Voices yang dibawakan Polina Gagarina dari Rusia.

Swedia menang dengan raihan poin 365, sementara Rusia dengan 303 poin. Di posisi ketiga ada Italia yang diwakili oleh Il Volo dengan 292 poin, kemudian diikuti oleh Belgia dengan 217 poin dan posisi terakhir, peserta perdana Australia cukup puas dengan mengumpulkan 196 poin.


Kemenangan Zelmerlow ini merupakan kemenangan keenam bagi Swedia sejak ABBA memenangkan kontes lagu ini untuk pertama kali pada 1974 dengan lagu Waterloo. Setelahnya, Swedia menang Eurovision kembali di 1984, 1991, 1999, 2012.

[Gambas:Youtube]

Eurovision tahun ini diselenggarakan di Wienner Stadthalle, Wina, Austria setelah tahun lalu Austria menjadi juara dengan perwakilannya si penyanyi wanita berjambang, Conchita Wurst membawakan Rise Like a Phoenix secara memukau.

Hasil yang diperoleh Rusia sempat menimbulkan reaksi negatif ketika dibacakan langsung. Negeri Beruang Merah tersebut sempat memimpin, namun kemudian tersalip oleh Swedia.

Ketika pembawa acara membacakan hasil perolehan suara yang didapatkan Rusia dari 40 negara peserta Eurovision, penonton mengeluarkan sorakan yang memenuhi ruangan tempat berlangsungnya acara.

Sorakan tersebut reda setelah pembawa acara, Mirjan Weichselbraun, Alice Tumler, dan Arabella Kiesbauer yang berasal dari Austria mengingatkan tujuan Eurovision tahun ini.

"Tolong diingat bahwa moto tahun ini adalah 'Building Bridges' dan musik harus terbebas dari campur tangan politik." kata pembawa acara.

Eurovision tahun ini sempat disinggung dengan kasus ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina dan Serbia. Ukraina sendiri mundur dari keikutsertaan Eurovision tahun ini karena masalah finansial dan politik internal.

Dengan kemenangan yang diperoleh, maka Swedia berkewajiban menjadi tuan rumah Eurovision tahun depan.

Sedangkan Australia yang sempat dijagokan dan menjadi puncak perhatian karena melenggang lolos masuk final tanpa melalui semi-final, harus kembali pulang kampung dengan lagu Tonight Again yang dibawakan oleh Guy Sebastian.

Eurovion tahun ini juga menjadi yang pertama kalinya disiarkan di Tiongkok dan menjadi acara di luar olah raga paling ditonton di benua biru, setidaknya mereka mengaku telah mengumpulkan lebih dari 195 juta penonton di detik-detik malam final.


(win/win)