Langit ikut berduka seiring perginya King. Sebentar-sebentar petir menyambar, mengenyahkan hujan yang membayangi para pelayat. Keluarga, sahabat, sampai penggemar musisi blues turun ke jalanan Beale Street.
Jalanan bersejarah yang di kanan kirinya dipenuhi kelab dan restoran itu dimeriahkan marching band. Mengawali iring-iringan peti jenazah dan pelayat, mereka menggaungkan When the Saints Go Marching In dengan jazzy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
King menjadi penyanyi sekaligus disc jockey di Beale Street Blues Boy pada 1940-an.
Mississipi adalah peristirahatan terakhir King. Dikelilingi keluarga dan masyarakat yang mencintainya, jenazahnya akan dikebumikan pada Sabtu (30/5) setelah sehari sebelumnya disemayamkan agar orang-orang bisa melakukan penghormatan terakhir untuk sang Raja Blues.
Penggemar bersikeras menghadiri pemakaman King yang diduga akan berjalan syahdu. "Saya harus ada. Sangat indah melihat semua orang di sini bergabung menyaksikan sang bintang besar," kata Sam Rowe, mahasiswa jurusan hukum yang berasal dari Melbourne, Australia.
Pemuda 25 tahun itu tengah magang di Texas dan mengikuti jejak perjalanan blues dari New Orleans, serta baru mengunjungi Indianola.
"B.B. King sangat memberati pikiran saya. Saya suka musik blues dan saya datang untuk menghormati seorang pria yang luar biasa," katanya mengungkapkan dengan antusias.
Prosesi pemakaman King memang akan usai pada Sabtu mendatang. Namun, itu tak menyurutkan upaya kepolisian Nevada untuk melakukan penyelidikan atas kematiannya. Apalagi, dua anak King menduga keras sang ayah diracun orang dekatnya, meski pengacara King sendiri menyebut tudingan itu tak berdasar.
(rsa/rsa)