Hingga satu dekade berlalu, banyak kritik mengatakan, film arahan sutradara Steven Spielberg itu melewati batas imajinasi alias lebay—sebagaimana diistilahkan kaum muda zaman sekarang.
Tapi film yang dirilis pada 1993 itu nyatanya menghibur dan menjadi patokan bagi sineas Hollywood untuk membuat film bertema monster, lengkap dengan manusia-manusia berlarian dengan baju compang-camping berlumuran lumpur dan darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berterima kasih kepada Grame Ferguson, Roman Kroitor, Robert Kerr dan William C. Shaw yang menciptakan teknologi IMAX. Berkat temuannya, momen menonton film Jurassic World di bioskop IMAX tentu saja jauh lebih seru ketimbang sekadar via laser disc di rumah.
Jurassic World menceritakan tentang sepasang kakak beradik Gray (Ty Simpkins) dan Zach (Nick Robinson) yang dikirim orang tuanya Karen (Judu Greer) dan Scott (Andy Buckley) berlibur ke Jurassic Park di Isla Nubar, Costa Rica. Tak lain karena sang tante, Claire (Bryce Dallas Howard), yang ditugasi untuk menemani mereka, menjadi salah satu bos taman ini.
Demi menyelamatkan nyawa keponakannya, akhirnya sang tante meminta bantuan kepada salah satu karyawan yang ditaksirnya, Owen (Chris Pratt). Seperti yang sudah diduga, mereka berempat malah masuk dalam urutan rantai makanan dinosaurus jenis baru yang bernama Indominus Rex.
Para pemain, walau kurang terkenal, mampu memainkan perannya sesuai porsi. Mereka mampu menunjukkan ekspresinya walau harus beradegan dengan kengerian yang dihasilkan oleh teknik komputer.
Salah satu pihak yang terlihat menonjol tapi kurang berhasil mungkin tim penulis naskah bersama sang sutradara, Colin Trevorrow, karena mereka terlalu ingin membuat adegan demi adegan Jurassic World tampak mirip dengan Jurassic Park. Salah satunya, adegan diserang dino di ruangan pameran.
Lihat juga:Film Pertama Steven Spielberg bersama Disney |
Tapi beberapa kali tujuan sang penulis naskah untuk mengajak penonton bernostalgia dengan Jurassic Park tercapai, antara lain saat ia membuat beberapa karakter teringat dengan betapa legendarisnya Jurassic Park.
Di samping apiknya pemain dan pretensiusnya penulis naskah, cerita film ini masih sama ngerinya dengan Jurassic Park. Lihat saja penampakan dino mirip buaya sebesar ikan paus.
Ditambah lagi, aksi-aksi kejar-kejaran yang mampu membuat penonton menahan napas. Darah dan lumpur bukan hanya faktor yang membuat penonton merasa film ini penuh kengerian.
Perlu diingat, janganlah membawa anak di bawah usia 11 tahun untuk menonton film ini di bioskop, karena film dengan rating 8,6 di situs web IMDB ini tidak berhenti menyuguhkan adegan mengigit daging dan tembakan yang mungkin akan membuat anak-anak seumuran itu ketakutan.
(ard/vga)