Diberitakan Reuters, angka itu merupakan yang terbesar ke-dua sepanjang sejarah. Setelah lebih dari satu dekade sejak Jurassic Park III perfilman Amerika "kering" penampakan dinosaurus, sutradara Colin Trevorrow akhirnya mampu kembali merebut perhatian publik.
Universal Pictures dan Legendary modal cukup banyak untuk menghidupkan taman hiburan di Isla Nubar lagi. Disebut-sebut mereka harus mengeluarkan US$ 150 juta atau Rp 1,9 triliun untuk membuka taman, merekrut Trevorrow yang sebelumnya menyutradarai Safety Not Guaranteed, dan membawa aktor Chris Pratt.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jurassic World sekaligus memanaskan kembali penjualan tiket yang lesu beberapa bulan belakangan. Berkat film yang diproduseri Steven Spielberg itu, penjualan tiket naik 48 persen dibanding tahun lalu. Angka yang sama menandai kenaikan penjualan 3D pekan ini. Masih berkat sang dinosaurus, IMAX mencapai rekor debut, US$ 20,6 juta (Rp 273 miliar).
"Ini lebih besar dari film tentang kehidupan," kata Greg Foster, ketua dan presiden IMAX Entertainment. "Ini mengingatkan penonton kenapa kita pergi ke bioskop. Jurassic World menghormati tradisi dari film dinosaurus sebelumnya, tapi memperbaruinya dengan teknologi masa kini," ujarnya melanjutkan.
Jurassic World juga masuk jajaran film Universal yang laris tahun ini, seperti Fifty Shades of Grey, Pitch Perfect 2, dan si fenomenal Furious 7. Studio itu juga masih punya Minions dan Ted 2 yang diprediksi bakal menambah pundi-pundi Universal tahun ini.
Di box office, Jurassic World memimpin telak. Di bawahnya ada film mata-mata kocak, Spy dengan pendapatan hanya US$ 16 juta atau Rp 212 miliar, turun 50 persen dari pekan ke-duanya. Sejauh ini, Spy meraup US$ 56,9 juta atau Rp 756 miliar selama dua pekan terakhir.
Peringkat ke-tiga ditempati San Andreas dengan US$ 11 juta atau Rp 146 miliar, diikuti Insidious: Chapter 3 dengan US$ 7,3 juta atau Rp 97 miliar. Melengkapi lima besar, ada Pitch Perfect 2 yang masih mampu meraup US$ 6 juta atau Rp 79 miliar sementara pesaingnya, Tomorrowland terlempar dari box office.
(rsa/rsa)