Kardashian Lebih Cocok Jadi Presiden Ketimbang Donald Trump?

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2015 17:59 WIB
Pencalonan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat disambut kontroversi. Selebriti banyak memprotes. Demikian pula dengan pebisnis Russell Simmons. Kim Kardashian disebut lebih pas menjadi Presiden AS. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak selebriti dan pesohor yang melawan niat Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat. Bukan hanya itu, kolega Trump sendiri rupanya tak sepakat. Russell Simmons, pebisnis yang menggagas Def Jam itu melontarkan komentar konyol terkait Trump.

Mengutip Ace Showbiz, ia berkata lebih baik memiliki Kim Kardashian sebagai Presiden AS ketimbang harus memilih Trump, meski keduanya berteman baik sebagai sama-sama pebisnis.

"Saya tidak suka politik. Saya juga tidak berpikir sama sekali dia akan baik untuk Amerika," ujar pengusaha di bidang industri rekaman itu kepada Huffington Post, Kamis (18/6). Kemudian, ia membandingkan Trump dengan Kim yang sering jadi berita utama.


"Dia membuat banyak berita. Tidak sebanyak pengaruh, katakanlah, Kim Kardashian. Mungkin dia (Kim) lebih baik menjadi presiden, menurut saya," ujar Simmons lagi dengan enteng.

Meski begitu, jika soal bisnis, Simmons masih memuji kawannya. Di mata Simmons, Trump tetaplah pebisnis yang baik dan cerdas. Ia pun mengingatkan Trump jika sang sahabat benar akan maju sebagai kandidat Presiden AS, bahwa politik itu merugikan dan bisa memecah belah.

"Hubungan kita dengan dunia sudah sangat rusak, sejak era Bush (George W. Bush). Kita belum melakukan banyak hal untuk memperbaiki itu, dan dia akan menambah buruk, dari sudut internasional," kata Simmons menambahkan.

Ia juga khawatir, latar belakang Trump yang kuat di bidang bisnis akan membuat ekonomi Amerika memburuk, bukannya makin sehat. "Orang kaya selalu mengambil untung dari orang lain, dan kita belum melakukan banyak untuk mengubah itu juga," tuturnya. Menurut Simmons, masalah ekonomi Amerika selalu terkait dengan pajak.

Perusahaan yang ditangani pemerintah juga sering jadi masalah. "Anda tidak ingin pebisnis besar mengontrol negara ini. Anda tidak akan mau dia menjadi presiden karena dia mungkin mendukung lebih dari ini," ucapnya.

(rsa/rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK