Bagi kurator-kurator Jakarta Biennale 2015, jargon ini tak sebatas guyonan, melainkan benang merah perhelatan seni Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang yang akan digelar pada 15 November hingga 17 Januari 2016.
"Maju kena, mundur kena, situasi di mana kita terimpit di tengah-tengah. Situasi yang serba tidak mungkin dan memusingkan," ujar kurator utama Jakarta Biennale 2015 Charles Esche dalam jumpa pers di Jakarta, baru-baru ini.
Lihat juga:Seniman Indonesia Boyong Trokomod ke Venesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membantu masyarakat dalam impitan tersebut, Esche bersama kurator tengah menyaring karya berbagai seniman yang memiliki kekuatan masa kini.
"Imajinasi seseorang itu sangat pribadi, apa pemikiran mereka untuk menghadapi masa kini. Ketika kita melihat seni, kita menyelami imajinasi orang lain. Dari seni ini, orang akan melihat lebih banyak kemungkinan aksi dalam dunia sekarang," tuturnya.
Masyarakat dapat menikmati 70 karya dalam Jakarta Biennale di Gudang Sarinah, Jakarta. Dari keseluruhan yang dipamerkan, 30 di antaranya merupakan karya seniman mancanegara. Hingga saat ini, kurator telah mengantongi sekitar 50 karya. (vga/vga)