5 Tanda Cinta Lady Diana untuk Kemanusiaan

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2015 14:45 WIB
5 Tanda Cinta Lady Diana untuk Kemanusiaan Lady Diana (Princess Diana Archive/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- “I make the trips at least three times a week, and spend up to four hours at a time with patients holding their hands and talking to them. Some of them will live and some will die, but they all need to be loved while they are here. I try to be there for them” —Lady Diana

Belum lepas dari ingatan kejadian nahas 18 tahun silam yang menimpa Lady Diana. Perempuan ayu yang bergelar Princess of Wales ini mengalami kecelakaan mobil di Paris, Perancis, pada 31 Agustus 1997.

Hari ini (1/7), andai berumur panjang Diana meniup nyala 54 batang lilin di atas kue tart ulang tahunnya. Sekalipun telah tiada, nama sang puteri tetap lekat di hati para penggemarnya.


Diana lahir pada 1 Juli 1961. Umurnya memang tidak panjang. Namun setidaknya ia mengisi hari-harinya dengan pengalaman luar biasa. Dari si gadis putus sekolah hingga menjadi istri pangeran dan idola banyak orang.
Pemilik nama asli Diana Spencer ini sangat dikenal dunia kala disunting Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris. Selain itu, ia juga dikenal dengan sepak terjangnya di dunia kemanusiaan.

Semasa hidup, Diana dikenal memiliki kepedulian tinggi di bidang kemanusiaan. Ia sangat yakin: berbekal cinta, manusia bisa menolong manusia lainnya yang sedang kesulitan.
Menurutnya, cinta memang tak bisa senantiasa menolong orang yang sedang sekarat. Namun mereka tetaplah membutuhkan cinta. Karenanya, ia mengabdikan dirinya pada kemanusiaan untuk menyampaikan cinta tersebut.
    
Dirangkum dari berbagai sumber, CNN Indonesia mencatat jasa Lady Diana di bidang kemanusiaan semasa hidupnya:

1. Entah sudah berapa banyak pasien di rumah sakit yang pernah didekap Diana. Ia, antara lain, mencurahkan perhatian untuk pasien penderita penyakit kanker. Diana bahkan pernah melelang gaun paling cantik miliknya untuk didonasikan ke penderita penyakit kanker.

2. Diana juga pernah meminjamkan namanya bagi kampanye penentangan penggunaan ranjau darat. Dukungannya tersebut sangat berpengaruh dalam meyakinkan Inggris dan negara-negara lainnya untuk menyetujui Ottawa Treaty, konvensi yang melarang penggunaan ranjau darat anti-personel.

3. Lady Diana tak segan-segan mengambil risiko dengan menyentuh langsung pengidap penyakit HIV/ AIDS pada 1980. Ia malakukannya karena kepeduliannya terhadap pengidap penyakit tersebut.

Aksi Diana ini mampu membantah stigma bahwa bersentuhan dengan pengidap HIV/ AIDS dapat menularkan penyakit mematikan tersebut. Nyatanya, toh ia baik-baik saja.
    
Kepeduliannya terhadap HIV/ AIDS juga ia tunjukkan dengan mendirikan Landmark Aids Centre di London Selatan, pada 1989, dan Grandma's House di Washington DC, pada 1990. Kedua tempat tersebut ditujukan untuk mengobati pasien pengidap HIV/ AIDS.

The worst illness of our time is that so many people have to suffer from not ever being loved.Lady Diana
4. Pada November 1989, Diana mengunjungi rumah sakit kusta di Indonesia dan mencoba menyentuh balutan luka pengidap kusta. Hal tersebut ia lakukan untuk membantah stigma penyebaran kusta lewat kontak langsung.

Setelah itu, ia mendukung penyembuhan dan pencegahan penyakit kusta dengan menyediakan keperluan pengobatan penyakit kusta, seperti obat-obatan dan fasilitas penyembuhan.

5. Pada Februari 1992, Lady Diana mengunjungi Bunda Teresa di Kolkata, India. Di sana, Diana mengunjungi satu per satu dari lima puluh pasien yang sekarat di tempat tersebut. Setelah pertemuan tersebut, mereka bertemu di tempat-tempat lainnya di dunia. Berkatnya, mereka memiliki relasi yang sangat baik dan kerja sama di bidang kemanusiaan.



(vga/vga)